Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 17:58 WIB

Lagi, Bareskrim Tangkap Penghina Jokowi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 20 Februari 2018 | 15:47 WIB

Berita Terkait

Lagi, Bareskrim Tangkap Penghina Jokowi
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial BK alias IK alias IT alias TK.

Pria tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan SARA kepada tokoh agama, Presiden Joko Widodo, TNI-Polri, Menko Polhukam Wiranto, dan Asisten bidang Operasi Kapolri Irjen M Iriawan.

"Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada hari Senin, tanggal 19 Februari 2018, sekitar pukul 13.40 WIB telah melakukan penangkapan terhadap tersangka," kata Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2/2018).

Fadil mengatakan IK ditangkap di Jalan Kompleks Diklat Depsos Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. IK melakukan Ujaran kebencian tersebut melalui akun media sosialnya.

"Pelaku pada akun Twitter miliknya yang memposting kalimat yang bermuatan ujaran kebencian (hate speech) dan atau SARA," ujar Fadil.

Pelaku merupakan pemilik akun twitter T.Kismowoto(Ibhas) atau @ibhaskiss dan dua akun Facebook dengan nama Ibhas Kiswotomo serta Ibhas Taruna Kiswotomo. Pelaku diduga melakukan Penghina terhadap ulama hingga Presiden Joko Widodo.

"Tersangka diduga melakukan penghinaan terhadap beberapa tokoh masyarakat di antaranya Mbah Yai Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) yang adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan Ketua Majlis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, Presiden Jokowi, TNI, Kapolri, Pak Wiranto, Pak Iriawan," jelas Fadil.

Tersangka BK dijerat Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP, dan atau Pasal 316 KUHP.

Saat ini pelaku ditahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tersangka, yaitu satu unit ponsel, akun Twitter dan Facebook yang dioperasikan tersangka, memory card, dan simcard.[jat]

Komentar

x