Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 19:23 WIB
 

Penganiaya Guru Budi Jalani Sidang Perdana

Oleh : - | Senin, 19 Februari 2018 | 20:21 WIB
Penganiaya Guru Budi Jalani Sidang Perdana
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sampang - Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Senin (19/2/2018) menggelar sidang perdana menghadirkan terdakwa Moh. Halili, salah satu siswa SMAN 1 Torjun yang terjerat kasus dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap gurunya sendiri, Achmad Budi Cahyanto.

Sidang pertama dengan agenda diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana). Sayangnya, proses pembacaan dakwaan itu digelar secara tertutup untuk umum.

Hakim anggota PN Sampang, Igde Perwata, usai persidangan mengatakan, selain pembacaan dakwaan, pihak pengadilan mengajukan untuk proses diversi kepada kedua belah pihak. Ini dilakukan sebagai langkah untuk mempercepat proses persidangan.

"Memang tadi diajukan diversi, tapi akhirnya tidak bisa dilaksanakan. Bukan keharusan diversi, karena kasusnya agak rumit terkait dengan dugaan pembunuhan dengan penganiayaan," katanya.

Sementara itu Mahfud, kakak korban Achmad Budi Cahyanto, membenarkan jika majelis hakim menawarkan proses diversi, namun pihak keluarga menolak.

"Memang ditawarkan diversi, tapi kita menolak karena inginnya dijalankan sesuai proses hukum yang berlaku. Kita ingin seadil-adilnya," tegasnya.

Ia juga mengaku kecewa dengan pihak pengadilan, karena pada sidang perdana tersebut pihak keluarga korban tidak diberitahu. "Tidak ada pemberitahuan, kami ke sini hanya kebetulan karena firasat saya mulai tadi pagi tidak enak, makanya saya datang ke PN," ujarnya dengan nada kesal.

Dalam kasus dugaan penganiayaan guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang yang menimpa Ahmad Budi Cahyanto dilakukan oleh murid sendiri Moh. Halili. Terjadi Kamis (1/2/2018).

Tim Penyidik Polres Sampang menerapkan pasal berlapis, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan secara sengaja, dan Pasal 335 ayat 3 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 penjara.[beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x