Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 13:07 WIB
 

Bea Cukai Jabar Amankan 3.752 Miras Oplosan

Oleh : Fadhly Zikry | Senin, 19 Februari 2018 | 23:01 WIB
Bea Cukai Jabar Amankan 3.752 Miras Oplosan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat (Jabar) mengamankan 3.752 minuman keras oplosan yang dibuat seorang ibu rumah tangga berinisial TR (43) di kediamannya Jalan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

"Pada tanggal 3 Februari kami melakukan penindakan tempat tinggal yang dijadikan pabrik ilegal minuman yang mengandung alkohol," ujar Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar, Saifullah Nasution di Bandung, Senin (19/2/2019).

Saifullah mengatakan, pelaku melakukan praktek haram tersebut dengan mengoplos minuman keras asli dengan menambahkan etil alkohol, karamel, pemanis buatan, gula putih, gula merah, jahe, pewarna makanan, dan bahan lainnya.

Seluruh Miras asli yang ia beli, semuanya dimasukan ke dalam sebuah drum yang kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan lain. Menurut Saifullah, perbandingan satu botol Miras asli bisa disulap menjadi tiga botol oplosan.

"Ada juga bahan Metanol. Metanol ini adalah bahan yang berasal dari mineral apabila dicampur minuman bisa mengakibatkan keracunan, liver rusak, kejang-kejang, otot dan kulit rusak, dan pada akhirnya bisa membuat mati," katanya.

Hasil oplosan kemudian dikemas dalam botol yang menggunakan etiket yang identik dengan merek sejenis hasil produksi pabrik resmi. Ia kemudian menjualnya di daerah Kota Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.

Adapun pita cukai yang pelaku gunakan diduga merupakan hasil bekas pakai dan pita palsu dari botol-botol yang ia kumpulkan.

"Kegiatan produksi Miras ilegal ini sudah dilakukan selama empat bulan," kata dia.

Saifullah melanjutkan, praktek oplosan yang dilakukan TR merupakan lanjutan dari profesi suaminya yang telah ditangkap pada 2017 lalu dan telah diputus penjara 1,5 tahun.

Dari tangan TR, petugas berhasil mengamankan 3.752 Miras oplosan, 2.085 pita cukai palsu, satu unit mobil, berbagai alat produksi, dan bahan pembuatan.

Pelaku dijerat Pasal 50, 54 dan 55 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman hukuman mencapai 1 sampai 8 tahun penjara.

"Dengan perkiraan kegiatan produksi Miras ilegal berdampak pada hilangmya potensi penerimaan negara dibidang cukai sebesar 1,8 miliar rupiah," kata dia. [tar]

Komentar

x