Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 11:43 WIB
 

RI-AS Sepakat Kembali Buka Kerja Sama Militer

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 19 Februari 2018 | 14:32 WIB
RI-AS Sepakat Kembali Buka Kerja Sama Militer
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menggelar pertemuan tertutup bersama Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko didampingi Deputi I dan II KSP yakni Darmawan Prasodjo dan Yanuar Nugroho. Melalui pertemuan ini, keduanya membicarakan sejumlah topik aktual.

Topik-topik itu antara lain menyangkut stabilitas kawasan regional, perdagangan dan investasi, serta perkembangan kerja sama aktual antara kedua negara.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Joseph Donovan menekankan pentingnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis AS di kawasan Asia Pasifik.

"Saya baru bertugas 14 bulan di Indonesia, sehingga saya perlu harus banyak belajar segala sesuatu tentang Indonesia. Misi saya di Indonesia salah satunya adalah memperkokoh kerja sama dalam berbagai bidang yang selama ini sudah berlangsung," ujar Donovan.

Ia pun menginformasikan kebijakan terbaru AS tentang pembukaan kembali kerja sama pelatihan militer antara Detasemen 81 Kopassus dengan negeri adidaya tersebut.

Adapun Detasemen 81 Kopassus merupakan pasukan elite TNI-Angkatan Darat yang memiliki keahlian dalam penanggulangan terorisme.

Sementara itu Moeldoko memaparkan pandangannya, bahwa Indonesia dan AS memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang dalam berbagai bidang.

"Sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memainkan peranan kunci dalam menjaga stabilitas kawasan ini. Oleh karena itu, saya sangat memahami kebijakan penyeimbangan kembali yang ditempuh oleh Amerika Serikat terhadap kawasan Asia Pasifik," kata Moeldoko.

KSP menambahkan, ketika dirinya berkunjung ke Tiongkok saat masih menjabat Panglima TNI, dirinya juga menyampaikan hal yang sama kepada pemerintah negara tersebut.

"Poin yang terpenting adalah masing-masing negara yang memiliki pengaruh besar di kawasan ini, tidak mengambil kebijakan yang dapat menciptakan menurunkan kestabilan di kawasan Asia Pasifik," tandasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x