Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 05:11 WIB

Poltracking, Jokowi Ditempel Prabowo di Pilpres

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 19 Februari 2018 | 00:54 WIB

Berita Terkait

Poltracking, Jokowi Ditempel Prabowo di Pilpres
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda - (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Lembaga survei Poltracking Indonesia menempatkan petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bersaing ketat menjadi calon presiden (Capres) 2019.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan Jokowi menjadi yang paling saat ini untuk menduduki jabatan kedua nya sebagai presiden. "Namun, posisi Jokowi belum aman," kata Hanta dalam paparan hasil survei di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

Sementara Prabowo, kata Hanta, disebut tokoh yang paling kompetitif untuk bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Hanta memaparkan, dari sisi popularitas Jokowi masih yang tertinggi dengan angka 95 persen. Sedangkan Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan raihan 86 persen. Di posisi ketiga ada Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan raihan 85 persen.


Sedangkan nama lainnya seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono berada di bawah 80 persen. Dari sisi akseptabilitas, Jokowi merah 79 persen, Jusuf Kalla 64 persen, Prabowo 63 persen. Sedangkan nama lainnya berada di bawah 60 persen.

Hanta juga memaparkan, berdasarkan pertanyaan terbuka secara spontan yang diajukan, responden memilih Jokowi 45,4 persen. Angka ini naik dari hasil survei sebelumnya yang dilakukan November 2017 yakni 41,5 persen. Sedangkan Prabowo memperoleh hasil 19,8 persen. Angka ini naik dari survei sebelumnya, yakni 18,2 persen.

"Dengan pelaksanaan Pilpres masih 15 bulan lagi, potensi perubahan persentasi masih sangat terbuka," ujar Hanta.


Survei ini digelar 27 Januari 3 Februari 2018, dengan melibatkan 1200 responden. Adapun pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.

Berdasarkan simulasi 30 nama kandidat, elektabilitas Jokowi tertinggi yakni 51,1 persen. Sedangkan Prabowo 26,1 persen. Nama lain berada di bawah dua persen. "Hal ini menegaskan bahwa hanya dua kandidat yang kuat saat ini yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto," ungkapnya.

Hanta menambahkan, secara garis besar simulasi kandidat dalam survei ini menunjukkan bahwa hanya ada dua kandidat yakni Prabowo dan Jokowi yang elektabilitasnya dua digit. Gap atau selisih dua kandidat ini juga tidak jauh berbeda dengan survei November 2017, yakni antara 20 persen sampai dengan 25 persen. "Karena itu capres yang tergolong kuat hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto," kata Hanta.


Dalam paparan ini hadir Ketua DPR dari Partai Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo, dan politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x