Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 16:05 WIB
 

Polri Diminta Buka Hasil Autopsi Teroris MJ

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 16 Februari 2018 | 22:04 WIB
Polri Diminta Buka Hasil Autopsi Teroris MJ
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta -Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak tetap meminta kepada Polri untuk menjelaskan secara detail soal kematian Muhammad Jefri (MJ), terduga Teroris yang ditangkap Densus 88 beberapa waktu lalu.

"Saya menganggap Densus 88/Polisi harus terbuka terkait dengan kematian Muhammad Jefri, Jangan sampai mengabaikan penegakan hukum yang beradab, dan terus mengulangi preseden buruk kematian Siyono di Klaten," kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/2/2018).

Dahnil menyebutkan penanganan yang dilakukan oleh Polri ini bukan justru mengubur terorisme namun justru mereproduksi terorisme baru.

"Pertama. Saya menemukan sinyal banyak kejanggalan terkait dengan kematian MJ, oleh sebab itu agar sinyal kejanggal-kejanggalan tersebut tidak menjadi fitnah dan tuduhan terhadap Kepolisian, penting agaknya, Densus 88, perlu menjelaskan secara terbuka hasil autopsi terhadap MJ, " jelasnya.

Selain itu, Dahnil menilai perlunya autopsi yang lebih independent terkait sebab kematian MJ, apakah bener yang bersangkutan meninggal akibat penyakitnya atau faktor lain.

"Karena komplikasi penyakit seperti keterangan polisi, atau karena faktor yang lain, dan Densus 88 juga harus bisa menjawab, kenapa keluarga dilarang membuka kafan jenazah MJ pada saat diserahkan kepada keluarga," ujarnya.

Dia berharap Densus 88 dan Kepolisian terbuka, dan bila memang ada kesalahan dan maka harus ada hukuman pidana yang jelas, tidak seperti kasus Siyono yang sampai detik ini tidak jelas penuntasan hukumnya.

"Meskipun Autopsi terang sudah membuktikan Siyono meninggal karena penganiyayaan bukan karena yang lain," ungkapnya.
Ia juga menyarakan agar keluarga berusaha mencari keadilan secara aktif dan tidak perlu takut.

"Silahkan bawa kasus kematian MJ ke Komnas HAM agar bisa ditangani oleh institusi negara tersebut, untuk dibuktikan penyebab kematian MJ. Ini penting, dan polisi tidak boleh tertutup terkait dengan hal ini," terangya.

Sebelumnya, Polri melalui Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan penyebab Jefri meninggal adalah serangan jantung.

"Dari hasil autopsi sebuah surat dari visum et repetrum disebutkan penyebab kematian almarhum adalah serangan jantung," kata Setyo.[jat]

Komentar

 
x