Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 17:09 WIB

Polri Tunggu Kasasi Kasus Tambang Emas Gorontalo

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 15 Februari 2018 | 02:00 WIB

Berita Terkait

Polri Tunggu Kasasi Kasus Tambang Emas Gorontalo
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menunggu proses kasasi yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kasus dugaan korupsi proyek tambang emas di Gorontalo untuk mengusut lebih jauh kasus korupsi tersebut.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Arief Adiharsa mengatakan, pihaknya terus melakukan berkoordinasi dengan JPU untuk mengusut kasus ini.

"Kami juga memantau perkembangan persidangan. Kalau misalnya kasasi dari jaksa berhasil, ya akan kembangkan ke tersangka berikutnya," kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu (14/2/2018).

Arief memastikan jika nanti dalam kasasi akan dimenangkan oleh Lisna. Pihaknya tak gentar dan akan mengusut kasus ini.

Lisna Alamri, mantan anggota DPRD Gorontalo diduga menerima suap Rp20 miliar dari perusahaan One Asia Resources Australia terkait pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tambang Emas di Kabupaten Pahuwato, Gorontalo.

"Kalau kasasi gagal kan kami mesti evaluasi dulu. Misalnya, sama jaksa kami akan koordinasi juga ini bagaimana," jelas dia.

Arief mengatakan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk mengungkap kasus ini. Sebab, informasi-informasi penting perlu didapatkan karena perusahaan penyuap adalah One Asia Resources Australia yang berdomisili di Negeri Kanguru itu.

"Dari pihak Australia juga sudah datang kemarin terkait dengan pengumpulan keterangan dan barang bukti di sini," kata Arief.

Dalam kasus ini, Bareskrim sudah menetapkan salah satu ketua KUD Dharma Tani Marisa yang juga anggota DPRD Gorontalo, Lisna Alamri pada 2015 silam. Lisna sendiri menunjuk PT Asia One sebagai pengelola tambang emas Pani Gold. Diduga, ada unsur suap di balik pemenangan PT Asia One sebagai pengelola.

Kasus ini telah bergulir di era kepemimpinan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad periode 2001-2009. Fadel awalnya memberikan izin usaha pertambangan (IUP) untuk pengembangan proyek tambang emas Pani Gold pada Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa yang diketuai oleh Lisna Alamri.

KUD Dharma Tani selaku pemilik izin kemudian menunjuk One Asia Resources Australia sebagai operator tambang emas seluas seratur hektare itu. Namun, belakangan perusahaan tambang lokal G Resource tidak menerima penunjukan itu.[jat]

Komentar

x