Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:52 WIB

Menteri Terbaik se-Dunia Layak Dampingi Jokowi?

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 15 Februari 2018 | 01:32 WIB
Menteri Terbaik se-Dunia Layak Dampingi Jokowi?
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dinobatkan sebagai menteri terbaik di dunia dalam World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab. Penghargaan itu memberi resonansi politik di tanah air. Namanya pun disebut layak menjadi pendamping Jokowi. Bagaimana peluangnya?

Sri Mulyani baru saja mendapat penghargaaan sebagai menteri terbaik se-dunia dalam forum internasional dengan alasan di antaranya dianggap mampu menuntaskan kemiskinan, menurunkan kesenjangan pendapatan, mendorong peningkatan kesempatan kerja, transparansi, serta membaiknya postur cadangan devisa Indonesia.

Meski, ada juga nada kritik atas penghargaan yang diterima Sri Mulyani tersebut. Terlebih bila disandingkan dengan realitas yang terjadi di masyarakat. Seperti pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mempertanyakan penghargaan tersebut. "Kok bisa jadi menteri keuangan terbaik ketika target tak ada yang tercapai (pertumbuhan pajak), subsidi dicabuti, impor naik, utang melonjak," kicau Fadli melalui akun Twitternya awal pekan ini.

Penghargaan terhadap Sri Mulyani dalam konteks domestik memiliki resonansi politik yang tidak kecil. Terlebih penghargaan tersebut dilakukan bertepatan menjelang momentum politik Pemilu 2019.

Fadli Zon di akun Twitternya kembali berkicau yang bernada sindiran. Ia menulis jika seseorang dipuji asing maka logiknya yang bersangkutan berjasa bagi kepentingan asing. "Mungkin sedang digadang-gadang naik pangkat jadi calon wapres," tulis Fadli, sehari setelah mempertanyakan penghargaan yang diterima Sri Mulyani.

Saat dikonfrimasi ihwal kicauannya tersebut, Fadli dengan nada gurau agar wartawan menafsirkan sendiri kicauannya tersebut. Saat disebut apakah menyindir Sri Mulyani, Fadli berseloroh "Ya nggak tahu. Pokoknya namanya kan cuitan, kita bercuit," sebut Fadli.

Nama Sri Mulyani memang dalam riset sejumlah perusahaan konsultan politik dan riset politik masuk dalam radar sebagai figur cawapres. Seperti riset Indikator Politik yang dirilis pertengahan Oktober tahun lalu menempatkan Sri Mulyani sebagai kandidat wapres yang bisa dipasangkan dengan Jokowi. Selain Sri Mulyani, Indikator juga menyebut figur Kapolri Tito Karnavian serta mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Meski Sri Mulyani tidak merepresentasikan kader partai politik, namun peluang Sri Mulyani menjadi Wapres Jokowi cukup besar. Setidaknya hal tersebut bisa melihat sejarah terpilihnya mantan Gubernur BI Boediono yang dipilih SBY dalam Pilpres 2009 lalu. Kala itu, meski Boediono tidak mewakili partai politik namun ia justru menyingkirkan sejumlah figur yang disebut-sebut sebagai cawapres SBY.

Pilihan Boediono kala itu, salah satu yang mencuat lantaran kepakaran di bidang ekonomi yang dimilikinya menjadi salah satu alasan. Di sisi lain, posisi politik SBY kala itu cukup kukuh.

Bagaimana dengan kondisi yang menimpa Sri Mulyani dalam Pemilu 2019 mendatang? Situasi yang dialami Boediono bisa saja bakal menimpa Sri Mulyani. Atas nama profesionalisme dan agenda khusus untuk perbaikan ekonomi tidak mustahil Sri Mulyani menjadi pilihan Jokowi.

Kendati demikian, latar politik SBY saat memilih Boediono dengan latar politik Jokowi saat ini tentu tidak bisa disejajarkan. Setidaknya situasi politik saat ini Jokowi menghadapi sejumlah isu krusial seperti soal relasi dirinya dengan kelompok Islam semenjak kasus Ahok mencuat. Polarisasi kekuatan hingga saat ini masih terasa terjadi.

Selain masalah tersebut, ada juga persoalan partai politik di koalisi. Setidaknya, sejumlah ketua umum partai koalisi Jokowi saat ini menawarkan diri sebagai Cawapres. Sebut saja Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, termasuk belakangan yang mulai disebut yakni Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Dengan demikian, peluang Sri Mulyani menjadi cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang masih belum bisa dipastikan. Situasi politik di waktu mendatang akan memberi dampak apakah Sri Mulyani akan dipinang sebagai cawapres Jokowi atau tidak. Konstalasi politik di internal koalisi juga menjadi catatan khusus atas kemungkinan Sri Mulyani menjadi cawapres Jokowi.

Komentar

x