Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 02:20 WIB
 

Penyerangan Gereja dan Ulama, Ini Kata Moeldoko

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 14 Februari 2018 | 16:23 WIB
Penyerangan Gereja dan Ulama, Ini Kata Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku ikut memantau terjadinya berbagai kasus terkait intoleransi di beberapa daerah tanah air belakangan ini.

Moeldoko mengatakan, sejak pertama kali mengetahui adanya informasi mengenai masalah intoleransi, ia langsung berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Saya komunikasi terus dengan Pak Tito apa yang terjadi. Tetapi dari peristiwa-peristiwa yang kebetulan di media begitu gencar memberitakan, maka yang paling mudah adalah mencoba merangkainya kalau ini ada kaitannya dengan itu, padahal tidak," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Ia menegaskan, penyerangan yang terjadi di Gereja Santa Lidwina itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal lain. Moeldoko memastikan insiden itu murni dilakukan oleh seseorang untuk membuat keonaran di masyarakat.

"Seperti apa yang terjadi di Jogja itu murni enggak ada kaitannya dengan yang lain. Kemudian yang terjadi di Tuban itu orang yang memiliki sakit TBC. Setiap hari, dia harus suntik, kesulitan dana kemudian dia akan pergi ke kiai yang dituju, kehabisan bensin. Setelah di masjid ditegur sama yang jaga, di situ dia marah, melakukan kekerasan memecahkan kaca dan kegiatan fisik," tuturnya.

Moeldoko pun menegaskan bahwa meskipun seluruh kasus intoleransi terjadi secara berkesinambungan, namun tidak ada yang semuanya saling terkait dalam satu skenario yang sama.

"Sama sekali tidak ada kaitannya, tetapi kejadiannya kebetulan beruntun dari satu tempat ke satu tempat. Sehingga memang masyarakat membuat analisa seperti itu," pungkasnya. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x