Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:24 WIB

Besok, Bareskrim Periksa Pimred Asyari Usman

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 14 Februari 2018 | 12:59 WIB

Berita Terkait

Besok, Bareskrim Periksa Pimred Asyari Usman
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Aris Eko Sedijono, Kamis (15/2) pada pukul 10.00 WIB.

Aris akan diperiksa sebagai saksi untuk Asyari Usman, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Romi.

Kepala Subdirektorat II Dittipidsiber Bareskrim Komisaris Besar Asep Safrudin membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi.

"Ya sesuai jadwal di atas," kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Komisaris Besar Asep Safrudin saat dikonfirmasi, Rabu (14/2/2018).

Dalam surat pemanggilan pemeriksaan Aris yang diterima INILAHCOM, Rabu (14/2/2018). Aris akan diperiksa oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim AKBP Irwansyah di kantor sementara Dittipidsiber, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Asyari Usman akan dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 atau Pasal 311 KUHP tentang penghinaan atau pencemaran nama baik.

Sebelumnya pengacara Asyari, Guntur Fattahillah, mengatakan proses penayangan artikel berjudul Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi 'Politisex Vendor'? di media online Teropong Senayan. Menurutnya, penayangan itu tidak melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Guntur menambahkan, artikel Asyari tersebut tayang karena disadur pihak Teropong Senayan dari media sosial, bukan didistribusikan oleh Asyari sendiri.

"Bicara Pasal 27 ayat 3 UU ITE sudah gugur itu, dia bukan orang yang mendistribusikan, bukan Asyari Usman," kata Guntur, Selasa (13/2/2018).

Dia menegaskan, kliennya tidak pernah mendistribusikan artikel ke media mana pun. Menurutnya, tulisan yang tengah diperkarakan itu diambil dari akun media sosial Facebook milik kliennya yang juga mantan wartawan tersebut.

Guntur pun mengaku telah berkomunikasi dengan Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Aris Eko Sedijono, dan mendapatkan informasi bahwa tidak ada tulisan Asyari yang dikurang atau dilebihkan.

"Itu diambil dari Facebook-nya," katanya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x