Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 07:20 WIB
 

Tahun Politik, Polri Sisir Akun Palsu Facebook

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 13 Februari 2018 | 18:00 WIB
Tahun Politik, Polri Sisir Akun Palsu Facebook
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dijadikan sarang akun palsu seperti Facebook. Untuk itu, pada tahun Politik 2018 ini, Polri akan memantau akun-akun palsu tersebut.

"Akun anonim meningkat, digunakan dalam penyebaran hoax dan hate speech dalam tahun politik ini. Media sosial dianggap sebagai salah satu instrumen untuk menjatuhkan lawan politik dengan cara menyebar informasi bohong, fitnah, black campaign, atau hoax," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi, Selasa (13/2/2018).

Fadil mengutip data terakhir yang dirilis Facebook mengenai jumlah pengguna aktif, yakni terdapat 200 juta akun palsu. Sedangkan total pengguna Facebook keseluruhan 2,13 miliar per bulan.

"Berdasar data Facebook akhir Desember 2017, akun palsu atau duplikat sebanyak 200 juta akun. Pada kuartal keempat di 2017, Facebook memperkirakan akun palsu atau duplikat mencapai sekitar 10 persen pengguna aktif bulanan di penjuru dunia. Hingga 31 Desember 2017, situs media sosial itu memiliki 2,13 miliar MAU (monthly active user)," jelas Fadil.

Berdasarkan temuan Facebook, kata dia, Indonesia merupakan salah satu negara sarang akun palsu atau duplikat. Negara lain yang mendapat catatan merah adalah India dan Filipina.

Fadil kemudian menerangkan, berdasarkan analisis kepolisian, berita hoax dan akun palsu atau duplikat memiliki keterkaitan.

"Benar, bahwa penyebaran hoax tidak lepas dari banyak pengguna media sosial yang menggunakan akun palsu atau anonim," terang dia.

Fadil menyebut banyak penyebar hoax dan ujaran kebencian yang beralih dari akun pribadi ke akun palsu atau duplikat. Peralihan ini setelah polisi melakukan patroli siber dan menangkap orang-orang yang diduga melakukan kejahatan tersebut.

"Setelah polisi mulai melakukan penangkapan terhadap pemilik akun yang menyebarkan hoax di media sosial, mereka yang beralih ke akun anonim semakin banyak," ungkap Fadil.

Dia pun mengimbau masyarakat tabayun dalam menyikapi akun-akun media sosial, khususnya Facebook, yang aktif memproduksi informasi berbau politik dan SARA.

"Bagi masyarakat pengguna media sosial, identitas dan validitas akun Facebook perlu dijadikan salah satu faktor penting untuk menguji palsu atau tidaknya sebuah informasi yang mereka sebarkan," jelas Fadil.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x