Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:02 WIB

Cerita Sebelum Penggerebekan Rumah Rizal Muzaki

Oleh : - | Selasa, 13 Februari 2018 | 16:27 WIB
Cerita Sebelum Penggerebekan Rumah Rizal Muzaki
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Banyuwangi - Kondisi rumah Rizal Muzaki di Dusun Rejosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, saat ini telah digaris polisi.

Kemarin, Senin (12/2/2018), Tim Detesemen Khusus 88 Anti Teror telah melakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah tersebut.

Hal itu membuat warga sekitar kaget. Mereka berduyun-duyun mendatangi rumah yang telah lama kosong karena di tinggal pemiliknya itu.

Kedatangan warga juga lantaran penasaran terhadap kegiatan personel yang biasa menangani para teroris itu. Bahkan, mereka sempat melihat ada beberapa anggota berpakaian serba hitam dan bercadar masuk di rumah yang berhadapan dengan Mushola itu.

"Jumlahnya itu banyak, saya tak sempat menghitung. Yang jelas mereka berpakaian lengkap serba hitam dan memakai cadar. Mereka menggeledah rumah itu dan mengambil sejumlah barang mencurigakan. Di antaranya, botol plastik kosong, dan berisi cairan serta ada logam kotak memanjang berukuran 20 centimeter ada sumbunya," kata Ketua RW 1, Dusun Rejosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Samroto, Selasa (13/2/2018).

Ada sebagian warga yang bersaksi justru telah mengetahui sebelumnya akan terjadi penggerebekan di rumah itu. Warga tersebut telah mendapat kabar melalui sambungan telepon dari saudaranya di Poso, Sulawesi Tengah, atas penangkapan Rizal Muzaki.

"Kemarin sebelum penggerebekan itu, saya di telepon sama kakak saya di Poso. Katanya Rizal ditangkap di sana. Saya disuruh untuk mengecek rumahnya apa ada penggeledahan. Selang beberapa jam ternyata tim densus datang ke sini," ungkap Riyan, tetangga Rizal Muzaki.

Riyan juga mengungkapkan perihal sikap Rizal selama di kediamannya. Saat bersosialisasi, Rizal biasa saja. "Tapi dia tertutup mengenai kepribadiannya. Pernah saya melihat memang dia punya buku-buku tentang jihad itu banyak di rumahnya. Tapi saya tak pernah tahu isinya," katanya.

Saat beribadah pula dia sangat rajin. Di musala depan rumah, Rizal sering kali mengumandangkan azan.

"Ya kalau kegiatan biasa, yasinan, kumpulan keagamaan itu biasa. Tapi setelah habis panen jagung di kebun kakeknya itu dia menghilang," ungkapnya

Beberapa teman semasa di daerahnya sering kali mendapati Rizal aktif di sosial media. Saat ditanya keberadaannya, Rizal tak pernah jawab.

"Yang saya tahu hampir semua keluarganya itu memang di Poso. Bahkan, orang-orang sini itu sebagian memang perantauan di sana," ujar Riyan.

Banyak warga yang tak menyangka, anak kedua dari dua bersaudara itu diduga terlibat terorisme. Bahkan, tak jarang mereka kaget lantaran Rizal merupakan anak yang pendiam.

"Oalah, dia sering bareng mancing sama saya. Saya juga tak menyangka dia melakukan itu. Paling apa polisinya yang salah sasaran. Lha wong anaknya itu kayak begitu," ucap Gigih Pramana salah seorang teman sekaligus tetangga dekatnya.

Kini, peristiwa penggerebekan itu telah menjadi biah bibir dan konsumsi publik. Tidak hanya bagi kalangan warga sekitar Benculuk, tapi sudah merambah ke berbagai belahan daerah.

Tinggal menunggu, siapa sebenarnya Rizal Muzaki dan bagaimana perangainya selama ini. [beritajatim]

Komentar

x