Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:41 WIB
 

Penyerang Gereja Pernah Gagal Berangkat ke Suriah

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 13 Februari 2018 | 16:43 WIB
Penyerang Gereja Pernah Gagal Berangkat ke Suriah
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mabes Polri mengungkapkan Suliono, penyerang Gereja Santa Lidwina, Sleman diketahui pernah tiga kali hendak pergi ke Suriah. Namun, usahanya gagal karena terkendala dokumen yang kurang lengkap.

"Dia apply paspor yang informasinya dia akan ke Suriah. Kemudian sudah dua atau tiga kali dia apply tapi terkendala dengan dokumentasi dia. Kalau tidak salah dia KTP-nya atau apa yang kurang bisa diterima oleh imigrasi. Sehingga paspornya ditolak Imigrasi Magelang dan Jogja," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Setyo menjelaskan hasil pemeriksaan sementara, Suliono terindikasi akan paham radikal. Dari jejak profil Suliono, diketahui pernah mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang mempunyai akidah berbeda pemahamannya.

"Dilihat dari perjalanannya bahwa di SMP nya di Banyuwangi, SMA yang ada di Morowali, kuliah di Palu, kemudian dia ikut kegiatan-kegiatan organisasi keagamaan yang mempunyai akidah yang berbeda pemahamannya," kata Setyo.

Saat ini kata Setyo, Suliono masih menjalani perawatan karena terluka di bagian kaki. Sehingga Suliono belum bisa dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hanya saja informasi-informasi awal akan didalami oleh penyidik.

"Belom di BAP tapi sudah diinterogasi. Interogasi baru wawancara-wawancara. Interogasi kan belum projusticia. Itu masih mungkin informasi informasi awal. Nanti akan didalami lagi dan projusticia kalau sudah BAP setelah sembuh di BAP kalau belom sembuh nggak boleh," imbuh dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Suliono, pelaku penyerang Gereja Santa Lidwina, Sleman paham radikal. Hal itu terindikasi adanya jejak pelaku yang pernah ke tempat-tempat yang menganut radikal.

"Sementara yang bersangkutan berasal dari Banyuwangi, pernah di Sulawesi Tengah, pernah di Poso, Magelang, dan ada indikasi kuat yang bersangkutan ini ada paham radikal yang pro kekerasan," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018). [ton]

Komentar

x