Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 04:50 WIB
 

Polri: Penyerang Gereja Lidwina Lone Wolf

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 13 Februari 2018 | 16:23 WIB
Polri: Penyerang Gereja Lidwina Lone Wolf
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan hasil pemeriksaan sementara terhadap Suliono, pelaku penyerang Gereja Lidwina, Sleman bekerja sendirian atau dikategorikan Lone Wolf. Suliono disebut menganut pemahaman yang keliru.

"Sampai sejauh ini kita masih melihat Lone Wolf. Dia dapat pemahaman yang keliru ya, dia belajar dari internet kemudian ia ingin melaksanakannya dari dorongan dia sendiri," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Selasa (13/2/2018).

Setyo menjelaskan Suliono melakukan penyerangan Gereja tersebut belajar dari internet. Suliono juga disebut sudah mencari Gereja melalui Internet yang akan diserangnya.

"Dia (Suliono) melihat-lihat internet di mana Gereja yang deket-deket situ, dimana dia bisa beli senjata, info yang kita terima Informasi seperti itu. Artinya dia datang ke Jogja itu memang transit dan dia tidak mempunyai tempat tinggal khusus di jogja," jelas Setyo.

"Sebelum ke Jogja, dia Mondok di Magelang lalu melakukan ke Jogja itu," imbuh dia.

Saat disinggung wartawan soal Pernyataan Menkopolhum Wiranto yang mengatakan Suliono, pelaku penyerangan Gereja Lidwina adalah seorang teroris, Setyo mengindikasikan bahwa Suliono masuk dalam klasifikasi teroris.

"Itu masuk klasifikasi dari semua karena sudah menimbulkan rasa takut," terang Setyo.

Sebagaimana diketahui, Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta diserang oleh Suliyono. Kejadian itu terjadi pada Pukul 07.30 WIB, Minggu (11/2/2018). Saat itu para jemaat sedang melaksanakan ibadah di gereja tersebut.

Pelaku bernama Suliono (23) berhasil dilumpuhkan oleh petugas kepolisian. Dia ditembak di bagian kaki karena melawan kepada petugas. Saat ini pelaku Suliono dirawat di RSA UGM.

Setidaknya 5 orang menjadi korban penyerangan brutal tersebut. Keempatnya yakni Romo Prier, Budjiono, Yohanes, dan Parmadi. Sementara 1 lainnya yakni petugas kepolisian yang terluka saat hendak menangkap pelaku. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x