Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 03:14 WIB
 

Korban Persekusi di Pandeglang Ternyata Sakit Jiwa

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 13 Februari 2018 | 10:02 WIB
Korban Persekusi di Pandeglang Ternyata Sakit Jiwa
Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polisi telah mengamankan pria bernama Wahyu (28), korban persekusi warga Kelurahan Sukaratu, Kabutapen Pandeglang karena diduga sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tak hanya itu ia juga dituding ingin membunuh Kiai Encep Muhaimin atau tokoh agama setempat.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menjelaskan, Wahyu menjadi korban pemukulan warga tanpa didasari alasan yang kuat. Kecurigaan warga terhadap Wahyu merupakan dampak dari maraknya penyerangan terhadap tokoh agama beberapa hari terakhir.

"Terkait berita bahwa ada orang yang menyuruh untuk membunuh KH Encep M itu adalah hoax, saya ulangi itu adalah hoax. Saya mengajak kepada saudara-saudara untuk tidak main hakim sendiri dan waspada dengan tipu muslihat dari pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

Wahyu dicurigai karena kerap berkeliaran secara tidak jelas di sekitar kediaman Kiyai Encep. Meski demikian, Zaenudin justru merasa aneh lantaran jarak antara tempat korban mondar-mandir dengan tempat tinggal Kiai Encep dirasa cukup jauh.

"Pada Sabtu 11 Februari 2018, sekitar pukul 23.00 WIB, sekitar 40 warga mengamankan Wahyu di pos ronda setempat. Ia diamankan karena sering mondar-mandir di sekitaran rumah Kiayi Encep, padahal jaraknya (tempat korban mondar-mandir) dengan rumah Kiyai Encep adalah 500 meter, cukup jauh itu," jelasnya.

Selanjutnya beredar kabar yang bersangkutan merupakan antek PKI yang ingin membunuh agamawan setempat. Alhasil warga memukuli Wahyu hingga ia mendapat sembilan luka jahitan di pelipis mata kirinya.

"Saat diamankan di pos ronda, sekelompok warga tidak bertanggung jawab melakukan pemukulan. Kemudian salah satu saksi melaporkan tindakan tersebut kepada Polsek Pandeglang. Namun saat petugas tiba, sekelompok warga tersebut sudah tidak ada," jelas dia.

Setelah dilakukan pendalaman, rupanya Kiai Encep tidak sedikitpun merasa terancam. Karenanya, Zaenudin menyayangkan tindak persekusi tersebut terjadi lantaran tidak ada upaya konfirmasi terhadap pihak-pihak yang bersangkutan.

Kemudian, pihak berwajib juga memintai keterangan dari korban. Ternyata yang bersangkutan merupakan pasien sakit jiwa yang kabur dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya, Cipayung, Jakarta Timur.

"Saudara Wahyu merupakan pasien gangguan kejiwaan yang kabur dari panti sosialnya sejak 2017 lalu. Sat Reskrim Polres Pandeglang sedang mendalami kejadian tersebut apakah benar Wahyu mengalami gangguan kejiawaan atau tidak. Nanti akan dilakukan proses pemeriksaan," bebernya.

Mengambil hikmah dari kejadian tersebut, AKBP Zaenudin meminta warga untuk tidak mengambil kesimpulan secara prematur. Dia ingin supaya warga berkoordinasi dengan Babin Kamtibmas apabila terlihat hal-hal yang mencurigakan.

"Dalam mensikapi apapun info yang ada dimasyarakat Kita harus sikapi dengan dewasa dan selalu bertanya kepada ahlinya, biar tidak sesat dan menyesatkan. Bagaimana jika itu terjadi kepada keluarga kita," tandasnya. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x