Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 11:02 WIB
 

Teror Tokoh Agama

Muhammadiyah Imbau Publik Tak Beropini Bias

Oleh : Willi Nafie | Selasa, 13 Februari 2018 | 04:00 WIB
Muhammadiyah Imbau Publik Tak Beropini Bias
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau publik tak mengembangkan opini bias soal aksi teror tokoh agama beberapa waktu terakhir.

Namun menyerahkan ke aparat penegak hukum guna mengungkap dan mengusut secara tuntas kasus tersebut.

"Kepada semua pihak diharapkan untuk tidak tergesa mengembangkan opini-opini dangkal dan bias atas peristiwa-peristiwa yang menimpa tokoh dan umat beragama tersebut. Apakah tindakan keji tersebut ada kaitan dengan intoleransi dan radikalisme beragama atau bentuk lain dari perbuatan-perbuatan kriminal keji atau berlatar-belakang politis dan sebagainya," ucap Haedar, Senin (12/2/2017).

Muhammadiyah juga berharap umat beragama tetap tenang dan tidak tersulut emosi atas kejadian teror itu. Termasuk para pejabat dan elite bangsa juga diharapkan untuk tetap bijak dan bersikap proporsional agar tidak memperluas kecemasan dan saling curiga di tubuh bangsa, seraya waspada dan menaruh keprihatinan yang seksama atas kejadian-kejadian yang tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan tersebut.

"Kita semua mengutuk keras dan tidak menginginkan kasus-kasus tragis apapun menimpa bangsa ini. Semua elemen umat beragama dan komponen bangsa harus bersatu melawan segala bentuk teror di negeri ini. Jangan biarkan umat beragama dirusak kekhidmatan beribadah dan kerukunanannya satu sama lain oleh perbatan-perbuatan nista yang tidak bertanggungajwab itu," tandasnya.

Diketahui terjadi aksi serangan brutal terjadi pada jamaat Gereja ST Lidwina Gamping Sleman, Yogyakarta yang melukai pendeta dan beberapa anggota jemaat Minggu 11 Februari 2018 lalu. Namun sebelumnya terjadi pula aksi penyerangan menimpa ustadz dan kyai di Jawa Barat. Salah satunya dinyatakan meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka parah.

Komentar

 
Embed Widget

x