Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 Februari 2018 | 04:34 WIB
 

Uang Suap Bupati Ngada untuk Modal Pilgub?

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 12 Februari 2018 | 19:18 WIB
Uang Suap Bupati Ngada untuk Modal Pilgub?
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Praktik suap yang dilakukan Bupati Ngada, Marianus Sae diduga sebagai modal maju dalam pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui, Marianus bersama politikus PDI Perjuangan, Emilia Nomleni maju dalam Pilgub NTT dengan diusung PDIP dan PKB.

"Apakah ini akan dilakukan untuk biaya kampanye? Prediksi ya. Prediksi dari tim kita kemungkinan besar dia butuh uang untuk itu (kampanye Pilgub NTT)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Ngada, Marianus Sae dan Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Ngada.

Hanya dalam kurun November 2017 hingga Februari 2018, Marianus setidaknya menerima Rp4,1 miliar dari Wilhelmus yang kerap menggarap proyek-proyek di Kabupaten Ngada.

Meski demikian, Basaria masih enggan membeberkan aliran dana dari Marianus kepada tim suksesnya terkait suap ini. Basaria menyatakan, tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat dugaan tersebut.

"Tapi apakah itu pasti untuk ke sana (dana kampanye) kita belum bisa mengatakan itu. Karena kita belum menerima, belum menemukan jalur sesuatu yang diberikan kepada pihak yang akan melakukan tim-tim yang berhubungan dengan Pilkada tersebut. Tapi prediksi dari tim tadi sudah mengatakan kalau yang bersangkutan akan balon (bakal calon) gubernur Sudah barang tentu memerlukan dana yang banyak. itu kira-kira," katanya.

Dugaan suap ini dipergunakan Marianus untuk memuluskan rencananya menjadi pemimpin di NTT semakin menguat lantaran dalam OTT Minggu (11/2/2018) kemarin, tim Satgas KPK juga menangkap Ketua Tim Psikotes bakal calon Gubernur NTT, Ambrosius Tirta Santi. Keduanya ditangkap KPK saat sedang bersama di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur.

"Hubungannya untuk sementara kita belum temukan. Apakah ada aliran dana, apakah ada proyek, hubungannya apa yang bersangkutan menerima sesuatu sampai sekarang ini kita masih belum bisa membuktikan," demikian Basaria menjabarkan.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x