Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:29 WIB

Jokowi Harap Menteri Fokus Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 12 Februari 2018 | 15:33 WIB

Berita Terkait

Jokowi Harap Menteri Fokus Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menekankan kepada jajaran Menteri Kabinet Kerja terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam Rapat Paripurna Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019 di Istana Negara pada Senin (12/2/2018).

"Rapat paripurna pada sore ini akan dibahas Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019. Dan sebelumnya, saya ingin menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian kita bersama," kata Jokowi di Istana Negara.

Pertama, kata Jokowi, berkaitan dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang trennya semakin meningkat dari 5,06 triwulan ketiga tahun 2017 tumbuh menjadi 5,19 di triwulan keempat tahun 2017.

"Kita ingin tren peningkatan pertumbuhan ekonomi terus berlanjut di 2018. Apalagi saya melihat angka eksport kita terutama di sektor komoditas dan batu bara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat," ujarnya.

Jokowi mengatakan begitu pula konsumsi rumah tangga yang diharapkan semakin membaik sejalannya dengan program padat karya tunai yang telah digulirkan dan telah dilaksanakan di beberapa daerah.

"Saya telah melihat kemarin beberapa titik oleh Kementerian PUPR, satu titik Kementerian Desa, dan saya belum melihat kementerian yang lain. Agar nanti disampaikan untuk program padat karya ini dari kementerian yang lain agar bisa kita lihat bahwa sudah dimulai dan sudah dilaksanakan di beberapa daerah," jelas dia.

Kedua, Jokowi selalu mengingatkan bahwa investasi dan eksport adalah kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, harus terus diperbaiki iklim kemudahan berinvestasi dari pusat sampai provinsi, kabupaten/kota dan ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pengusaha.

"Kita sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah-langkah hampir sama seperti kita," katanya.

Menurut dia, Indonesia sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah-langkah hampir sama sehingga jika terlambat maka akan tertinggal. Dan, investasi akan beralih ke negara-negara menawarkan iklim yang lebih baik.

"Padahal, kita membutuhkan lapangan pekerjaan baru untuk mengatasi pengangguran yang ada," katanya.

Selain investasi, Jokowi juga mengingatkan bahwa eksport memiliki kontribusi 20,37 persen dari PDP. Maka, ini seharusnya bisa ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan mulai dari percepatan penyelesaian hambatan-hambatan eksportir dalam negeri .

"Kita juga harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar eksport-eksport non tradisional," katanya.

Di samping itu, Jokowi telah memerintahkan di Kementerian Luar Negeri untuk pameran di negara-negara non tradisional mulai tahun depan sudah dilakukan untuk terutama negara-negara berpenduduk besar seperti Pakistan, Bangladesh, kalau misalnya di Afrika penduduknya banyak dengan pertumbuhan ekonomi juga disana tinggi.

"Kemudian para duta besar, konsul juga harus memperkuat diplomasi ekonomi kita, memperkuat intelijen ekonomi kita agar mereka jadi ujung tombak promosi peluang investasi dan juga jeli melihat peluang-peluang eksport kita lakukan dari negara kita," katanya.

Ketiga, Jokowi meminta minta program prioritas dan program strategis nasional yang belum selesai di 2017 agar segera dirampungkan, diselesaikan dan dituntaskan. Dan program strategis yang akan dan mulai dikerjakan tahun 2018 harus betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan.

"Untuk itu, saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program-program proyek yang betul-betul bisa dieksekusi, mana yang memang tidak mungkin bisa dilaksanakan ini harus diputuskan cepat," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x