Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:41 WIB
 

OTT Bupati Ngada, KPK Terjunkan 3 Tim

Oleh : Ivan Sethyadi | Senin, 12 Februari 2018 | 12:30 WIB
OTT Bupati Ngada, KPK Terjunkan 3 Tim
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Ngada Marianus Sae dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Minggu (11/2/2018). Marianus ditangkap KPK di salah satu hotel di Surabaya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya menerjunkan tiga tim di tiga lokasi berbeda, yakni Surabaya, Jawa Timur dan Kupang serta Bajawa, NTT sejak Minggu pagi.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, tim pertama bergerak menuju sebuah hotel di Surabaya dan mengamankan dua orang, MASA (Marianus Sae) dan ATS (Ambrosius Tirta Santi). Dari tangan MSA, tim mengamankan sebuah ATM dan beberapa struk transaksi keuangan," kata Basaria, Senin (12/2/2018).

Secara paralel, tim kedua KPK yang sudah berada di Kupang, NTT mengamankan Dionesisu Kila yang merupakan ajudan Marianus. Dionesisu diamankan KPK di Posko Kemenangan Marianus sekitar pukul 11.30 WITA. Tak hanya itu, tim ketiga yang sudah berada di Bajawa langsung mengamankan Wilhelmus Iwan Ulumbu yang merupakan Direktur PT Sinar 99 Permai dan Petrus Pedulewari, seorang pegawai Bank BNI cabang Bajawa di kediamannya masing-masing.

Kelima orang yang ditangkap itu kemudian diperiksa di markas kepolisian setempat. Marianus dan Ambrosius diperiksa di Mapolda Jawa Timur, Dionesisu diperiksa di Mapolda NTT sementara Wilhelmus dan Petrus diperiksa di Mapolres Bajawa.

"Setelah dilakukan gelar perkara, KPK menetapkan MSA (Marianus Sae), Bupati Ngada dan WIU (Wilhelmus Iwan Ulumbu), Direktur PT S99P (PT Sinar 99 Permai) sebagai tersangka," katanya.

Selama menjabat sebagai Bupati Ngada, Marianus diduga menerima suap dari Wilhelmus yang kerap mendapat proyek di lingkungan Pemkab Ngada. Dalam kurun waktu akhir 2017 hingga awal 2018 saja, Wilhelmus memberikan suap sebesar Rp 4,1 miliar baik secara tunai maupun transfer ke rekening bank yang kartu ATM-nya diserahkan kepada Marianus.

Untuk 2018 ini, Marianus telah menjanjikan kepada Wilhelmus untuk mendapat sejumlah proyek. Setidaknya, Wilhelmus bakal mendapat sekitar tujuh proyek pembangunan jalan maupun jembatan senilai Rp 54 miliar.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Marianus selaku tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Wilhelmus yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x