Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 02:42 WIB
 

Kontroversi Zakat PSN

Era Soeharto Pernah Terapkan Pemotongan Gaji ASN

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 12 Februari 2018 | 05:00 WIB
Era Soeharto Pernah Terapkan Pemotongan Gaji ASN
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pemerintah untuk menjelaskan secara detail peruntukkan pemotongan gaji PNS dan ASN beragama Islam untuk zakat yang tengah diwacanakan saat ini.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan pemerintah berhak membuat aturan pemotongan gaji PNS dan ASN. Namun ia mengatakan pemerintah tak perlu mengatasnamkan zakat jika memang membutuhkan dana tambahan untuk pembangunan melalui pemotongan gaji bawahannya.

"Aturannya silakan, misalnya negara ingin memotong penghasilan PNS 20 persen. Akan tetapi, harus jelas misalnya untuk pengentasan kemiskinan, kepentingan dakwah atau pengentasan kebodohan.

Ia menambahkan, penggunaan kata zakat dalam wacana pemotongan gaji PNS dan ASN memang memicu perdebatan. Hal itu dikarenakan, jika tetap menggunakan istilah zakat, maka harus dijelaskan secara transparan prinsip-prinsip serta aturan syariat Islam yang diterapkan.

"Menurut saya agar tidak terjadi perdebatan disebut infaq atau sumbangan saja. Kita jangan terbelit-belit lah," ucapnya.

Lebih jauh, Anwar memaparkan gagasan pemotongan gaji bawahan pemerintah sebenarnya sudah pernah diterapkan di era pemerintahan Presiden Ke-2 RI Soeharto. Adapun pemerintahan saat itu, menjelaskan dana dari pemotongan gaji PNS dan ASN digunakan untuk pembangunan masjid.

"Zaman Pak Soeharto dulu juga pernah memotong gaji karyawannya untuk membangun masjid. Masjid Kudus kalau enggak salah. Dana pembangunan yang kalau tidak salah setiap gaji dpotong Rp1000 lalu diakumulasi untuk dibangun masjid," tandasnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x