Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 07:16 WIB
 

Pemotongan Gaji PNS Muslim

MUI: Pemerintah Seharusnya Tak Pakai Kata Zakat

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 12 Februari 2018 | 03:00 WIB
MUI: Pemerintah Seharusnya Tak Pakai Kata Zakat
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyikapi wacana Kementerian Agama untuk memotong gaji PNS dan ASN beragama Islam untuk zakat yang mengundang kontroversi di tengah publik.

Menurutnya, hal tersebut memicu perdebatan lantaran penggunaan kata "zakat" oleh pemerintah dalam wacana tersebut. Padahal menurutnya, wacana tersebut lebih layak disebut sebagai program infaq dibandingkan zakat.

"Mungkin bahasanya yang lebih bagus itu bukan zakat tapi infaq. Kalau zakat itu kan, ada ukurannya dan memakai nisab juga. Jadinya debatable, bagusnya pemerintah langsung saja menetapkan supaya setiap karyawan memberikan infaq dalam jumlah sekian. Kalau pakai istilah zakat, kontroversi itu," ujar Anwar kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Ia menambahkan, sebenarnya sejak zaman nabi aturan mengenai zakat memang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, dalam wacana ini lebih baik disebut dengan infaq yang jelas ditetapkan jumlahnya untuk tujuan yang bermanfaat.

"Zaman nabi zakat itu memang dipungut oleh negara, bukannya LSM. Sebab kalau mereka enggak mau bayar, negara bisa bertindak. Kalau yang memungut LSM, masyarakat enggak mau bayar kan enggak bisa ditindak. Pemerintah sebagai pengurus negara buat saja peraturan dan dijelaskan juga dana itu untuk apa," tandasnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x