Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:25 WIB

Romi Duga Penyerangan di Gereja Tersistematis

Minggu, 11 Februari 2018 | 23:08 WIB

Berita Terkait

Romi Duga Penyerangan di Gereja Tersistematis
Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Romi) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Romi) menilai adanya peristiwa penyerangan di Gereja Santa Lidwina Jalan Jambon, Bedhog, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bukan suatu kebetulan.

"Saya menduga ini bukan kebetulan, karena melihat kejadian ini begitu berentet," kata Romi, Minggu (11/2/2018).

Ia melihat kejadian aksi penganiayaan yang terjadi belakangan terhadap tokoh agama adalah serangkaian kegiatan sistematis yang ditujukan untuk mendestabilisasi situasi dan kondisi bisa jadi merupakan pra kondisi atau cipta kondisi untuk mendestabilisasi pilkada maupun pilpres.

"Karena itu, saya mengingatkan kepada seluruh aparat kamtibmas pemerintah khususnya Polri dan BIN untuk bisa melakukan pengawasan melekat kepada seluruh komponen dan bisa mendeteksi kejadian di lapangan sebelum peristiwa itu terjadi," ujarnya.

Karena menurut dia, ini bisa jadi bukan sekedar fenomena orang gila beneran tapi orang gila buatan dan bisa juga memang diniatkan untuk melakukan cipta kondisi sehingga terjadi restabilitas pemerintahan dan masyarakat didorong dikondisikan butuh pemimpin kuat.

"Kita butuh pemimpin dari latar belakang tertentu yang diharapkan bisa mengatasi semua kegaduhan dan instabilitas yang muncul," jelas anggota DPR ini.

Kejadian penyerangan tersebut bermula pada Minggu, 11 Februari 2018 sekira pukul 07.30 WIB seseorang tidak dikenal yang kemudian diketahui bernama Suliyono (22) warga Krajan Rt02/Rw 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.

Sedangkan, korban luka dalam kejadian tersebut yakni Budijono (44) warga Perum. Nogotirto Gamping Sleman mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang da leher bagian belakang akibat senjata tajam.

Kemudian Romo Prier SJ alamat Asmi Bener Yogyakarta mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam. Aiptu Munir warga Aspol Polsek Gamping mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam.

Selanjutnya, Martinus Parmadi Subiantara warga Nusupan Rt. 02 Rw. 28 Trihanggo, Gamping, Sleman mengalami luka pada punggung akibat senjata tajam.[ris]

Komentar

Embed Widget
x