Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 15:47 WIB

Presiden Jokowi Dibuat Kaget Saat Di Afghanistan

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 10 Februari 2018 | 23:59 WIB

Berita Terkait

Presiden Jokowi Dibuat Kaget Saat Di Afghanistan
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Presiden Joko Widodo bercerita mengenai kondisi Afghanistan yang saat ini masih menghadapi perang saudara di depan peserta musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa di Istana Bogor.

"Saya ke Afghanistan ke Kabul, delapan hari sebelum saya ke Kabul, ada bom yang menewaskan 20 orang. Dua hari sebelum saya mendarat di Kabul, ada bom lagi yang menewaskan 103 orang, bahkan dua jam sebelum saya mendarat di Kabul, markas akademi militer di Kabul diserang, lima tentara tewas dan puluhan luka-luka," kata Presiden saat menerima sekitar 400-an para pemuka enam agama dari pusat dan daerah, Sabtu (10/2/2018).

Jokowi mengatakan Afghanistan yang hancur karena perang berkepanjangan dan hingga saat ini kondisi Kota Kabul masih mencekam karena di setiap gang ada tank yang siap tempur.

"Waktu saya ke sana, saya kaget betul. Kota yang sangat besar, gedungnya besar-besar tapi kehidupan kesehariannya dapat dikatakan, nggak bisa menyampaikan dengan kata-kata. Di setiap jalan ada tank, setiap gang ada tank," ujarnya.

Namun Kepala Negara menyanjung kemegahan Istana Negara Afghanistan, tempat Presiden Ashraf Ghani yang sudah dibangun 430 tahun yang lalu. Presiden juga mengungkapkan cerita Presiden Ashraf Ghani bahwa Afghanistan memiliki kekayaan alam gas dan emas yang besar, tetapi tidak bisa dikelola karena perang.

"Beliau menyampaikan pada saya bahwa Afghanistan itu adalah negara yang punya deposit gas paling besar di dunia. Deposit minyak yang besar sekali, mempunyai deposit emas paling besar di dunia. Beliau yang menyampaikan, bukan saya, tapi tidak bisa dikelola karena peperangan tadi," ujarnya.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat mensyukuri nikmat perdamaian dan kerukunan yang dirasakan di Indonesia.

"Kita harus terus-menerus mengingatkan masyarakat tentang nikmatnya perdamaian, nikmatnya persatuan. Jangan sampai kita lupa nikmatnya perdamaian dan kerukunan, karena selama ini kita selalu rukun hingga lupa bersyukur," demikian presiden menyampaikan.

Komentar

x