Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 Februari 2018 | 20:19 WIB
 

Pilkada Serentak 2018 di NTT

Jajaran Pusat dan Daerah PDIP Gotong Royong

Oleh : - | Jumat, 9 Februari 2018 | 20:00 WIB
Jajaran Pusat dan Daerah PDIP Gotong Royong
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggaungkan gerakan simultan dalam upaya memenangkan pilkada serentak 2018 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari unsur pimpinan pusat partai hingga pengurus inti daerah di NTT diperintahkan bergerak ke seluruh wilayah demi memenangkannya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, diperintahkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menggalang konsolidasi pemenangan di tiga wilayah sejak 9-11 Februari. Berawal dari Sikka, perjalanan akan dilanjutkan ke Kupang, lalu ke Tambolaka di Sumba Barat Daya.

Di sisi lain, para pengurus daerah yang dipimpin oleh Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Frans Lebu Raya, berjalan ke wilayah Timor Tengah Utara, Manggarai Barat, Flores Timur, hingga ke Adonara. Frans yang berjalan bersama calon wagub Emi Nomleni singgah juga di Sikka untuk mengikuti konsolidasi yang dipimpin Hasto, yang didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Korwil Pemenangan NTT, Andreas Hugo Pareira.

Di dalam konsolidasi yang digelar di depan kantor DPC PDI Perjuangan Sikka, Hasto menjelaskan arti penting memenangkan pilkada serentak NTT 2018. Baik bagi kemajuan Indonesia, NTT, dan partai.

"Jika ingin memenangkan Pak Jokowi di Pilpres 2019, maka calon dari PDI Perjuangan harus menang di pilkada serentak 2018," kata Hasto, Jumat (9/2).

Dia juga menyampaikan sejumlah kisah dialog Megawati dan Jokowi soal NTT, hingga pesan Megawati untuk memenangkan Pilgub NTT. Dikatakannya, dengan merebut kekuasaan di pemilu maupun pilkada, adalah cara PDI Perjuangan menyejahterakan rakyat.

"Dengan mengusung pasangan Alex-Stef di Pilbup Sikka, serta Marianus-Nomleni di Pilkada Provinsi, begitulah cara PDIP, kekuasaan harus punya orientasi membebaskan rakyat miskin dari kemiskinan," kata Hasto.

Andreas Hugo Pareira menyampaikan bahwa dari sisi kesejarahan, NTT memiliki arti penting bagi PDI Perjuangan. Di Flores adalah basis Partai Katolik. Sedang di Timor adalah basis PNI serta Parkindo. Mereka lalu berfusi dan menjadi PDI Perjuangan. Sehingga NTT adalah basis.

"Dari sisi akar kesejarahan partai yang kuat di NTT, maka itu pesan khusus ibu ketua umum, kita harus rebut dan menangkan NTT," kata Andreas.

Frans Lebu Raya menyebut pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni sebagai pasangan 'Marhaen'. 'Marhaen' itu sebagai singkatan nama keduanya sekaligus peneguhan bahwa keduanya mengusung ideologi marhaen dan kerakyatan.

Frans Lebu Raya menegaskan bahwa tak boleh lagi ada yang berpangku tangan dalam pemenangan pilkada NTT, khususnya pemilihan gubernur. Semuanya harus bekerja dan berkeliling untuk memastikan rakyat memilihnya saat pemungutan suara.

"Kita berkumpul hari ini membangun komitmen memenenagkan pasangan ini di wilayah masing-maisng. Kerja bareng. Paket bupati-wakil bupati juga bekerja untuk pemenangan gubernur. Mesti disinergikan, saling mendukung satu dengan yang lain," ujarnya.

Diingatkannya, tak boleh lagi ada kekecewaan dan yang berduka agar pemenangan pasangan 'Marhaen' bisa berjalan maksimal. Katanya, tak boleh ada yang cengeng dan mengutamakan egonya sendiri dengan tak mau bekerja untuk memenangkan pasangan itu.

"Terus berjuang, jangan mengeluh. Dengan keterbatasan yang kita miliki, kita harus semangat bekerja," imbuhnya.

Kata Frans, dirinya yakin dengan sosok Marianus, yang dari kecil sudah susah hidupnya dan berjuang berat hingga mencapai posisinya saat ini. "aya percaya orang yang hidupnya susah dari awal dan terus berjuang normal, sampai mendapatkan posisi tertentu, dia mesti akan memberi perhatian kepada rakyat," katanya.

"Makanya saya bilang, pasangan ini kita sebut Marhaen. Dan keberpihakan terhadap ideologi kerakyatan itu jelas."

[rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x