Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:23 WIB
 

Pesan Mega untuk Pemenangan Pilkada 2018 di NTT

Oleh : - | Jumat, 9 Februari 2018 | 19:20 WIB
Pesan Mega untuk Pemenangan Pilkada 2018 di NTT
foto di suplai

INILAHCOM, Sikka - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan kepada kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk memenangkan pilkada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Marianus Sae-Emilia Nomleni.

Pesan itu disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat berpidato di acara konsolidasi pemenangan Pilkada Serentak NTT 2018 di kantorb DPC PDIP Sikka, Jumat (9/2).

Kata Hasto, NTT adalah wilayah yang dikenal setia dan loyal kepada PDI Perjuangan sebagai saluran aspirasi politiknya. Karena itu pula, dirinya ditugaskan khusus oleh Megawati mengawal konsolidasi pemenangan pilkada di NTT.

"Maka pesan pertama Ibu Mega, mari bekerja keras dan bergotong royong memenangkan pilkada serentak 2018 di NTT," kata Hasto.

Kedua, Megawati berpesan agar NTT membentuk barisan saksi yang militan. Dalam artian berani bersuara dan menggugat bila ada kecurangan lawan. Dan yang berani menolak bila ada lawan yang akan membayar untuk berkhianat.

"Suarakan, kalau ada yang mengaku sebagai pendukung Pak Jokowi, semua juga tahu bahwa Pak Jokowi lahir dari kepemimpinan Ibu Megawati di PDI Perjuangan," kata Hasto.

Pesan ketiga Megawati, agar seluruh kader bergotong royong dan tak mudah dipecah-belah. Yang kuat harus mau membantu yang lemah.

Keempat, Megawati meminta agar selalu ditekankan bahwa visi misi calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan pastilah Pancasilais. Dengan itu, pastilah calon-calon yang diusung partai itu takkan mendorong paham radikal, apapun agamanya. "Dan pasti mendukung Wong Cilik," imbuh Hasto.

Diingatkan juga bahwa politik itu sejatinya penuh pujian, politik yang membangun surga di atas bumi. Karenanya, politik bukan sekedar menang, sehingga tak boleh menggunakan segala cara untuk menang.

"Buat apa menang kalau akhirnya akan menindas rakyat sendiri? Buat apa menang kalau curang? Betul tidak?" kata Hasto.

"Betul," dijawab ribuan massa yang hadir.

"Itulah yang diajarkan Ibu Megawati," kata Hasto lagi.

[rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x