Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 09:03 WIB

Jokowi Mendadak Jadi Wartawan di HPN 2018

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 9 Februari 2018 | 18:29 WIB
Jokowi Mendadak Jadi Wartawan di HPN 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018 yang digelar di Kota Padang, Sumatra Barat pada Jumat (9/2/2018).

Namun, Jokowi memperlihatkan raga yang berbeda dimana pada kesempatan hari pers ini bertukar profesi sebagai wartawan. Akhirnya, Jokowi mengundang satu orang wartawan untuk maju ke depan.

Lalu, ada seorang wartawan senior di Surabaya terpilih Jokowi untuk naik ke panggung yaitu Muhammad Yusri Nur Raja Agam yang disapa Yusri.

"Saya minta Pak Yusri jadi presiden, saya yang jadi wartawan. Nanti saya tanya gantian mumpung pas hari pers. Bapak jadi presiden, saya jadi wartawan," kata Jokowi.

Hal ini dilakukan Jokowi karena mengaku sering dicegat dorstop oleh 80 sampai 90 orang wartawan dengan pertanyaan yang banyak dan sulit, karena ditembak langsung ketika tidak siap.

Kemudian, Yusri akhirnya langsung memainkan perannya menjadi seorang Presiden Republik Indonesia dan Jokowi sebagai wartawan.

"Baik bapak saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan," ujar Yusri.

Jokowi pun langsung melemparkan pertanyaan kepada Yusri yakni jajaran Menteri Kabinet Kerja yang dianggap paling penting hingga media yang dianggap menyebalkan.

Menurut Yusri, sebenarnya semua menteri itu dianggap penting. Namun, Jokowi tidak puas dengan jawaban Yusri yang muter-muter sehingga diminta untuk to the point saja menteri apa.

"Kalau sekarang Menteri Komunikasi dan Informatika, supaya informasi yang disampaikan mulai dari kota sampai ke desa semua menerima informasi termasuk informasi politik," jelas dia.

Selain itu, Jokowi mengaku kadang sebal bahkan jengkel dengan pertanyaan para wartawan. Karena menurut Jokowi, pertanyaan awal itu enak mudah tapi begitu di tengah sulit-sulit.

"Sekarang saya tanya ke Pak Presiden (Yusri), media apa yang paling menyebalkan yang bapak sering jengkel?," tanya Jokowi.

Yusri pun menjawab singkat pertanyaan Jokowi tersebut. "Media abal-abal," kata Yusri.

Namun demikian, Jokowi membantah jawaban Yusri karena di lingkungan Istana Negara itu tidak ada media abal-abal tapi resmi semua. Akan tetapi, banyak yang menyebalkan.

Maka, secara spontan Yusri menjawab. "Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka Pak," lanjut Yusri.

Tiba-tiba, Jokowi tertawa mendengar jawaban Yusri dan mengakui apa yang disampaikan Yusri itu sama seperti yang dialaminya.

"Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya, sama persis," kata Jokowi.

Tampaknya, Jokowi penasaran dengan jawaban Yusri itu sehingga ditanyakan apa alasan Yusri sebal dengan media cetak milik Dahlan Iskan tersebut.

"Kenapa pak Rakyat Merdeka?," tanya Jokowi lagi.

"Ya kalau rakyatnya merdeka kan pemimpinnya yang susah. Kalau merdeka, semuanya dianggap merdeka. Padahal ada aturan kemerdekaan," jawab Yusri.

Setelah itu, Jokowi meminta kepada Yusri untuk kembali ke tempatnya dan mengambil sepeda sebagai hadiah.[ris]

Komentar

x