Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:46 WIB

Menimbang Peluang Aher di Pilpres 2019

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 9 Februari 2018 | 11:16 WIB

Berita Terkait

Menimbang Peluang Aher di Pilpres 2019
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Figur Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tak lama lagi akan berakhir masa jabatannya di Provinsi Jawa Barat. Menjabat dua periode di provinsi paling banyak penduduknya di Indonesia itu menjadi modal kuat bagi Aher masuk dalam bursa Pilpres 2019 mendatang. Bagaimana peluangnya?

Dua periode Ahmad Heryawan menjabat sebagai gubernur di provinsi terbesar di Indonesia, di era demokrasi langsung ini merupakan prestasi yang tidak boleh dilihat sebelah mata. Sejumlah penghargaan yang diterima Aher, juga menjadi pembuktian selama 10 tahun memimpin Jawa Barat bisa disebut cukup berhasil.

Jejak kepemimpinan Aher ini menjadi modal yang jarang, bahkan tidak dimiliki oleh figur lainnya yang hendak maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Sandingkan saja Aher dengan sejumlah nama yang masuk dalam radar survei perusahaan konsultan dan riset politik belakangan ini. Sebut saja seperti nama Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan hingga Gatot Nurmantyo, nama Aher unggul dari sisi pengalaman memimpin di pemerintahan daerah.

Kendati demikian, pekerjaan rumah yang harus dibereskan oleh Aher terkait dengan konstalasi di internal partainya yakni PKS. Terdapat sembilan tokoh internal PKS telah dipilih oleh Majelis Syura PKS menjadi capres dalam Pilpres 2019 yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nurwahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf serta Mardani Ali Sera.

Jika disandingkan dengan kandidat lainnya di internal PKS, Aher memang harus bekerja keras untuk mendapat dukungan dari internal PKS melalui instrumen Pemilu Raya (Pemira) di internal PKS. Sembilan nama yang diputuskan Majelis Syuro memiliki segmentasi dukungan yang berbeda-beda.

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mendapat dukungan dari internal PKS, Pilkada Jawa Barat tahun 2018 ini menjadi pembuktian bagi Aher untuk memenangkan kandidat yang diusung PKS yakni pasangan Sudrajat-Syaikhu. Dalam sejumlah momentum politik dalam tahapan Pilkada di Jabar, kehadiran dan keterlibatan Aher untuk pasangan Sudrajat-Syaikhu menjadi catatan positif bagi figur Aher. Surplus simpati itu tentu akan bertambah, bila Aher dapat mengawal kemenangan pasangan yang diusung Gerindra dan PKS ini.

Poin ini cukup penting lantaran, jauh sebelum tahapan pilkada berlangsung, istri Aher Netty Heryawan sempat disebut-sebut bakal maju dalam Pilkada 2018 ini, namun nyatanya PKS mengusung Ketua DPW PKS Ahmad Syaikhu. Sikap profesional Aher sebagai kader PKS ini menjadi catatan penting dalam karir politiknya.

Jika pekerjaan rumah di internal PKS dapat dibereskan Aher, tentu menjadi modal penting bagi Aher untuk turut serta dalam kontestasi politik di 2019 mendatang. Pertanyaannya, Aher layak disandingkan dengan siapa dalam Pilpres 2019 mendatang? Jika merujuk Pilpres 2014 lalu, kandidat yang muncul hanya ada dua pasangan capres/cawapres, mengingat persyaratan pencapresan menggunakan hasil Pemilu 2014 lalu.

Jika linier dengan Pilpres 2014 lalu, besar kemungkinan kandidat presiden akan muncul dua calon saja yakni capres petahana yakni Jokowi serta Prabowo. Bagaimana dengan posisi Aher, apakah bersanding dengan Jokowi atau Prabowo? Semua sangat tergantung dengan suhu politik di detik-detik penentuan capres/cawapres mendatang.

Meski menariknya, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar yang merupakan bekas politisi Partai Golkar dan kini menjadi politisi Partai NasDem secara terbuka berharap agar Aher dapat menjadi pendamping Jokowi di Pilpres mendatang. "Saya berharap Pak Aher ini bisa menjadi pendamping bagi Pak Jokowi," kata Fachrori, Jumat (19/1/2018) bulan lalu.

Wagub Jambi ini menyebutkan pengalaman Aher yang memimpin provinsi terbesar di Indonesia ini menjadi modal utama bagi Aher menjadi cawapres Jokowi. Keberhasilan Aher menjadi Gubernur dua periode di Jawa Barat menjadi modal kuat bagi Aher dapat maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Komentar

Embed Widget
x