Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 17:11 WIB

Pengacara Korban Umroh PT GAM Dilaporkan ke Polisi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 8 Februari 2018 | 22:35 WIB

Berita Terkait

Pengacara Korban Umroh PT GAM Dilaporkan ke Polisi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara korban Umroh jamaah PT Garuda Angkasa Mandiri, Mohammad Zakir Rasidin dilaporkan ke Bareskrim. Zakir dilaporkan oleh pengacara MWZ karena menuding PT GAM membuat PT baru.

"Kami melaporkan M Zakir pengacara dari Ratna (korban PT GAM) terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap PT MWZ (Manidatulhujjah Wisata Ziarah) yang mengaitkan PT MWZ dengan PT GAM cari jemaah," Kata pengacara PT MWZ, Ardy Mau, di gedung KKP, Bareskrim, Jalan Merdeka Timur, Kamis (8/2/2018).

Ardy membantah tudingan Zakir yang menuduh KH Mahfudz Abdullah, pemilik PT GAM, mendirikan perusahaan baru yang dikelola oleh Istri Mahfudz.

Menurut dia, kedua perusahaan itu hanya bekerja sama dalam memberangkatkan jemaah yang belum sempat diberangkatkan PT GAM.

"Kalau bicara PT kepengurusan tidak ada kaitan, keuangan tidak ada kaitan, dalam kasus PT GAM itu kan urusan PT GAM. PT MWZ ini nggak ada hubungannya dengan PT GAM. Hanya memberangkatkan jemaah yang belum diberangkatkan PT GAM saja," kata Ardy.

Ardy juga membantah jajaran direksi PT MWZ masih memiliki hubungan keluarga dengan PT GAM. Sebaliknya, menurut Ardy, ada 300 jemaah PT GAM yang akan diberangkatkan pihaknya.

"Tidak ada (hubungan keluarga). Kami sudah dilaksanakan (memberangkatkan) 300 jemaah dan kami masih menunggu kurang-lebih 300 jemaah lagi," kata dia.

Ardy menyebut akibat pernyataan Zakir membuat kinerja PT MWZ terganggu. Kepercayaan masyarakat juga menjadi berkurang, apalagi PT GAM tengah dihadapkan dengan suatu masalah.

"Kerugian secara psikis akan mengganggu kinerja dari perusahaan, calon jemaah yang mempercayakan untuk memberangkatkan umrah jadi lunturlah. Apalagi PT GAM lagi bermasalah. Direkturnya, Hazilah Amin, keberatan," ujar dia.

Laporan Ardy diterima Bareskrim dengan nomor LP/202/II/2018/Bareskrim tertanggal 8 Februari 2018. Zakir dituduh melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan penghinaan sesuai Pasal 310 dan 311 KUHP UU ITE.[jat]

Komentar

x