Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 15:02 WIB

Pulang dari Malaysia,WNI Bawa Sabu di Penanak Nasi

Kamis, 8 Februari 2018 | 22:32 WIB

Berita Terkait

Pulang dari Malaysia,WNI Bawa Sabu di Penanak Nasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sidoarjo - Pria berinisial AW (32) warga Desa Temberu, Pamekasan diamankan petugas Bea Cukai Juanda lantaran menyelundupkan narkoba jenis sabu. Sabu seberat 940 gram itu disembunyikan dalam mesin penanak nasi sepulang dari Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Kepala Bea dan Cukai Juanda Budi Harjanto, mengungkapkan kronologi barang haram itu diselundupkan seorang penumpang berinisial (AW) pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur-Surabaya dan kronologi kejadiannya pada pukul 22.00 WIB yang bersangkutan penumpang Air Asia rute Kuala Lumpur-Surabaya mendarat di Bandara.

"Pada saat memasuki custom area, petugas Bea dan Cukai mencurigai kardus yang berisi mesin penanak nasi yang diperiksa X-Rai, karena ada gambar yang mencurigakan dari sekitar mesin penanak nasi. Saat diperiksa, ternyata di dinding dan dasar mesin penanak nasi ditemukan tujuh bungkus plastik dalam kristal putih yang jika ditotal ada 940 gram," kata Budi, Kamis (8/2/18).

Budi mengatakan kristal putih tersebut positif merupakan sabu. Pada hari itu setelah melakukan pemeriksaan, Bea dan Cukai Juanda langsung menghubungi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk proses lebih lanjut.

"Dari pengakuan tersangka, ia disuruh untuk mengirim sabu ke Pamekasan dengan iming-iming mendapatkan imbalan 50 ringgit," ujar Budi.

Menurut Budi penggagalan penyelundupan narkoba ini merupakan kerja sama yang baik antara Bea Cukai Juanda dan Laboratorium Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim, Direskoba Polda Bali, Kantor Imigrasi Bandara Juanda dan Satuan Pengamanan Bandara Juanda.

Atas perbuatannya, tersangka AW diancam pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

"Selain itu, tersangka terbukti menyelundupkan barang impor seperti UU Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 pasal 102 akan dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan denda paling sedikit Rp5 juta dan paling banyak Rp5 miliar," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

x