Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 Februari 2018 | 04:57 WIB
 

Simpan Sabu,2 Purel Cantik Diancam 7 Tahun Penjara

Oleh : - | Kamis, 8 Februari 2018 | 19:11 WIB
Simpan Sabu,2 Purel Cantik Diancam 7 Tahun Penjara
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin menuntut pidana penjara selama tujuh tahun enam bulan penjara terhadap dua wanita cantik yang diketahui sebagai purel yakni Eka Setio Wahyu dan Yesi Nanda Maherita, Kamis (8/2/2018).

Kedua terdakwa dianggap terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Menuntut masing-masing terdakwa dengan hukuman 7,5 tahun penjara," ujar JPU Yusuf pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa berparas cantik ini juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 800 juta. "Jika denda tidak dibayar, maka kedua terdakwa wajib menjalani hukuman pengganti selama 6 bulan kurungan," tegasnya.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa kompak untuk mengajukan pembelaan (pledoi) kepada majelis hakim yang diketuai Dewi Iswani. "Kami akan ajukan pembelaan secara tertulis," kata Yesi kepada hakim Dewi.

Usai sidang, kedua terdakwa terlihat hanya bisa pasrah melihat kenyataan dirinya dituntut hukuman 7,5 tahun. Sembari menundukkan kepala, Yesi pun langsung menghampiri dan merangkul ibunya yang sedang menunggu di bangku pengunjung sidang.

Dalam dakwaan dijelaskan, kedua terdakwa didakwa bersalah tanpa hak melawan hukum menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman. Sementara itu kasus ini terungkap berawal saat anggota Polresta Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penggerebekan di salah satu rumah milik kedua terdakwa di Jalan Simo Kalangan I Surabaya pada Oktober 2017.

Dari penggeledahan itu, polisi menemukan barang bukti diantaranya, satu paket sabu seberat 0,57 gram, satu pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 1,88 gram, dan sekrop yang terbuta dari sedotan. Kepada polisi, kedua terdakwa mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan milik mereka berdua. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x