Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 19:45 WIB

Fredrich Tuding Surat Dakwaan Palsu, Ini Kata KPK

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 8 Februari 2018 | 18:42 WIB

Berita Terkait

Fredrich Tuding Surat Dakwaan Palsu, Ini Kata KPK
Jubir KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak risau dan mempedulikan tudingan pengacara Fredrich Yunadi yang menyebut dakwaan Jaksa KPK terhadapnya palsu dan rekayasa.

"KPK tentu akan fokus ke substansi pembuktian. Hal-hal yang tidak substansial atau omongan-omongan saya kira tidak perlu terlalu diseriusi. Jika memang ada bukti silahkan diargumentasikan di sidang berikutnya," kata Jubir KPK Febri Diansyah dalam pesan singkat, Kamis (8/2/2018).

Febri menduga, tudingan ini berkaitan dengan kedatangan KPK ke rumah Fredrich saat pelimpahan berkas dari penyidik ke JPU. Menurut Febri, kedatangan ini justru untuk memenuhi hak Fredrich sebagai tersangka.

Namun, Febri memastikan, tim penyidik tidak pernah melakukan pemaksaan saat Fredrich atau pihak keluarga menolak menandatangani berita acara penahanan.

"Bahwa FY atau pihak keluarga menolak tandatangani berita acara penahanan misalnya, kami tidak perlu lakukan paksaan, karena solusi hukumnya cukup dengan membuat berita acara penolakan," ungkapnya.

Febri memastikan KPK merekam seluruh proses penanganan perkara termasuk dalam proses hukum terhadap Fredrich. KPK, katanya bakal membeberkan rekaman tersebut jika diminta Majelis Hakim.

"KPK merekam seluruh peristiwa tersebut. Jika nanti Hakim memerintahkan, maka dapat kita sampaikan di sidang," tandasnya.

Fredrich didakwa bersama dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau telah merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP yang menjerat Novanto. Fredrich dan Bimanesh disebut telah merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada pertengahan November 2017. Rekayasa ini dilakukan agar Novanto menghindari pemeriksaan penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

Fredrich pun didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ton]

Komentar

Embed Widget
x