Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:02 WIB

Polisi Akan Hentikan Pemeriksaan Saksi Kasus Novel

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 8 Februari 2018 | 12:55 WIB
Polisi Akan Hentikan Pemeriksaan Saksi Kasus Novel
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Affinta - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Affinta mengatakan pihaknya akan menghentikan pemeriksaan Muhammad Lestaluhu (Al), salah satu saksi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

"Pemeriksaan terhadap saksi Lestaluhu kami anggap sudah cukup, dan akan kami hentikan. Dalam minggu ini akan kami sampaikan pada yang bersangkutan, surat keterangan mengenai pemeriksaan dia sebagai saksi dalam kasus Novel," katanya di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Polisi juga akan menerbitkan surat keterangan bahwa Lestaluhu bukan tersangka, melainkan hanya sebagai saksi. Kebijakan ini ia tempuh agar Lestaluhu bisa kembali bekerja di perusahaannya semula.

Hal ini dilakukan menanggapi aduan Lestaluhu kepada Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala bahwa gara-gara diperiksa sebagai saksi dirinya diberhentikan dari perusahaanya karena dianggap sebagai tersangka.

Sebelumnya Ombudsman Republik Indonesia juga menemukan indikasi maladministrasi oleh pihak kepolisian yang memanggil Lestaluhu sebagai saksi tanpa menggunakan surat resmi melainkan hanya melalui telepon.

"Kami juga akan mengindahkan kritik ombudsman mengenai pemanggilan Lestalahu lewat telepon dan bukan lewat surat resmi tersebut," tuturnya.

Diketahui, 11 April 2017, Novel disiram air keras usai melaksanakan salat subuh di masjid di lingkungan rumahnya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wajah Novel disiram air keras hingga kedua bola matanya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.

Perkembangan terakhir, polisi telah merilis tiga sketsa wajah orang yang dicurigai sebagai pelaku penyiraman terhadap Novel. Polda Metro Jaya juga membuka nomor hotline untuk menerima aduan warga, jika mengetahui ciri-ciri orang dalam sketsa tersebut.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi sudah memeriksa puluhan saksi. Polisi juga sempat mengamankan lima orang yang diduga pelaku, tetapi kemudian dibebaskan lagi karena tidak cukup bukti. Selain itu, penyidik Polda Metro Jaya mengamankan 50 rekaman kamera CCTV dan memeriksa sekitar 100 toko kimia. [rok]

Komentar

x