Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 10:57 WIB
 

Potong Kerbau, Benny Dapat Dukungan Warga Sumba

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 7 Februari 2018 | 16:29 WIB
Potong Kerbau, Benny Dapat Dukungan Warga Sumba
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Sumba - Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Benny K Harman dan Benny Litelnoni mendapat sambutan hangat oleh ribuan warga di tanah Sumba Daya Barat.

Diperkirakan 30.000 orang hadir dalam deklrasi dan ritual adat cagub yang diusung Partai Demorkat, PKS, dan PKPI, yang berlangsung di Gedung Serba Guna Aula Paroki Katedral, Sumba Barat Daya, Kamis (7/2/2018).

Sebelum melakukan deklarasi dan ritual adat Benny K Harman menemui Uskup Weetebula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR di Istana keuskupan Weetebula, Sumba Barat Daya, NTT.

Kehadiran Benny untuk meminta doa dan restu keikut sertaanya sebagai cagub NTT yang berpasangan dengan Benny Litelnoni.

Usai bertemu dengan uskup, pasangan yang disebut pasangan HARMONI melakukan kegiatan deklrasi dan ritual adat untuk meminta doa dan restu kepada leluhur dan dukungan dari masyarakat Sumba. Sebelumnya ritual adat dilakukan di Ruteng, Manggarai.

Ritual adat "Wuat Wai" adalah salah satu ritual pembekalan dari leluhur. Ritual tersebut sering dilakukan masyarakat Manggarai setiap kali melakukan kegiatan baik pernikahan, termasuk kegiatan besar sepeti keinginannya maju di pilkada.

Dalam ritual disediakan ayam putih air arak. Dan untuk ritual adat di Sumba pasangan cagub Benny K Harman dan Benny Litelnoni potong kerbau.

Potong kerbau sebagai dukungan dari masyarakat Sumba atas majunya sebagai calon gubernur NTT dan juga sebagai yaitu doa dan restu kepada leluhur.

Pada kesempatan itu cagub Benny diberikan pedang untuk memulai pemotongan hewan kerbau. Dalam sambutannya Benny mengatakan bahwa keseriusannya maju sebagai dikarenakan keterpanggilannya untuk membangun NTT.

Menurut Benny masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di NTT, utamanya pembangunan, mensejhatrakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian.

"Saya terpanggil bagaimana meningkatkan pembangunan, bagaimana meningkatkan lapangan kerja. Jadi saatnya saya pulang kampung bagaimana membuktikan agar NTT lebih baik," tegas Wakil Ketua Komisi III ini.

Karena itu untuk membuktikan keseriusannya membangun NTT dirinya lebih awal mundur dari DPR, meski KPU belum menetapkan sebagai peserta pilgub NTT 2018.

"Bilamana lebih enak saya memilih di Jakarta, tapi karena NTT rumah saya, tentunya saya harus pulang kamung," paparnya.

Sementara itu Ketua Koalisi, Jefry Riwu Kore menyebutkan bahwa kegiatan rangkain yang dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat NTT. Dikarenakan NTT ada dibeberapa pulau sehingga kegiatan selain dilakukan deklrasi dan juga kegiatan ritual adat.

Begitu juga dengan ritual adat salah satu bentuk tradisi adat yang ada di pulau Sumba. "Ritual sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang ada di Sumba. Kita harapkan ritual sebagai penghormatan dan sebuat tradisi adar yang tidak boleh punah," tegas Wali Kota Kupang ini.

Jefry mengaku berterima kasih atas sambutan dari masyarakat Sumba perihal kegadiran cagub Benny K Harman. "Jadi wajar bilamana masyarakat Sumba antusias menanti kehadiran Pak Benny," ujarnya.

Terkait kegiatan ritual adat yang sering dilakukan cagub Benny, tak lain bagian dari cita-cita luhur dari koalisi partai politik.

"Bagus doang kalau kegiatan dilakukan dengan ritual adat, karena untuk memperkuat kebudayaan dan ada istiadat kita. Apalagi di NTT itu beragam adat dan kebudayaan, yah pas dengan nama koalisi ketiga partai politik yaitu Koalisi Kebhinekaan," tegasnya.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x