Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 04:33 WIB

Ini Klarifikasi PAN Soal Ajakan Shalat di Masjid

Selasa, 6 Februari 2018 | 23:41 WIB

Berita Terkait

Ini Klarifikasi PAN Soal Ajakan Shalat di Masjid
Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengklarifikasi pernyataan Ketua Umum Zulkifli Hasan yang meminta kadernya supaya rajin shalat di masjid sehingga suaranya tidak diambil PKS.

Menurut dia, apa yang disampaikan oleh Ketua Umum PAN itu dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada seluruh pengurus PAN supaya terus melakukan konsolidasi guna memenangkan PAN di daerahnya masing-masing.

"Pernyataan tersebut hanya sentilan untuk kader agar senantiasa mengedepankan politik silaturahim dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, salah satu tempat terbaik menyambung silaturahim sekaligus beribadah adalah di masjid," kata Eddy, Selasa (6/2/2018).

Ia menjelaskan banyak kader partai lain yang melakukan kegiatan sholat berjamaah agar mereka dapat beribadah dengan baik, namun tentunya sekaligus memperluas silaturahim diantaranya kader PKS.

"Masa kader PAN tidak bisa melakukan hal baik yang dijalankan sejawatnya sesama parpol," ujarnya.

Dalam konteks ajaran Islam, kata Eddy, PAN juga sangat mendukung gerakan shalat subuh berjamaah yang nilainya sangat tinggi dalam ajaran Islam dan kini juga tengah digalakkan oleh para ulama.

"Dalam Islam shalat subuh berjamaah itu nilainya sangat tinggi. PAN mendukung gerakan shalat subuh yang kini banyak diserukan ulama," jelasnya.

Di samping itu, PAN juga menganjurkan kadernya untuk banyak silaturahim karena sesuai ajaran Islam silaturahim akan memperpanjang umur dan mendatangkan rezeki.

"Nah, dengan shalat Subuh berjamaah di masjid maka silaturahim kader PAN dengan masyarakat bisa terjalin lebih erat," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta kadernya yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, untuk rajin shalat berjamaah di masjid. Hal itu untuk meraih suara pemilih yang kerap shalat berjamaah di masjid.

"Yang Islam shalat Magrib dan Subuh di masjid. Kenapa magrib sama subuh di masjid? Kalau kamu Magrib sama Subuh nggak di masjid, orang-orang di masjid nanti suaranya diambil PKS semua. Paling enggak dibagi dua. Kamu juga shalat di masjid, Magrib dan subuh. Bagi dua paling tidak," katanya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x