Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 04:51 WIB
 

DPR Tegas Tolak LGBT dalam RKUHP

Oleh : - | Selasa, 6 Februari 2018 | 22:11 WIB
DPR Tegas Tolak LGBT dalam RKUHP
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendapat petuah dari Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin terkait pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) saat bertandang ke Kantor MUI di Jakarta pada Selasa (6/2/2018).

Menurut Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo), RUU KUHP sangat penting bagi penyelenggaraan negara hukum berdasarkan Pancasila. Karena, KUHP yang berlaku selama ini adalah peninggalan hukum kolonial Belanda.

"Sebagian besar materinya tidak sesuai dengan kehidupan kita," kata mantan Ketua Komisi III ini.

Ia menjelaskan ada beberapa isu yang menjadi perbincangan dalam RKUHP bersama Ketua MUI, antara lain LGBT, penistaan agama dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perzinahan.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan terkait LGBT tertuang dalam tindak pidana perbuatan cabul sesama jenis yang diatur dalam Pasal 495 RUU KUHP, ancaman hukumannya lebih berat dari pengaturan dalam KUHP yakni dari paling lama 5 tahun menjadi 9 tahun.

"Semua Fraksi di DPR RI menyetujuinya. Jadi tidak benar sama sekali kalau ada tuduhan DPR mendukung LGBT, saya akan mundur sebagai Ketua DPR jika hal itu terjadi. Karena bertentangan dengan ajaran agama dan moral bangsa," ujarnya.

Kemudian, kata Bamsoet, soal penistaan agama, KDRT dan perzinahan juga hukumannya sidah terangkum dengan jelas dalam RKUHP. Menurutnya, dapat dipastikan RKUHP ini mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Kita tidak memberikan ruang bagi LGBT, perzinahan, penistaan agama maupun KDRT. Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya dan bermoral, kita punya nilai-nilai luhur dari ajaran budaya dan agama. Kita bukan bangsa barbar yang tak beradab," tandasnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x