Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:26 WIB

Rancangan KUHP Diharap Tolak LGBT

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 6 Februari 2018 | 17:11 WIB

Berita Terkait

Rancangan KUHP Diharap Tolak LGBT
Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin) - (Foto: Inilahcom/Ray Muhammad)

INILAHCOM, Jakarta - Utusan khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban(UKP-DKAP) Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin) angkat bicara soal kontroversi dimasukkannya pasal LGBT dalam naskah Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Din menegaskan, LGBT yang belakangan menjadi fenomena di tengah masyarakat dipandang sebagai perilaku seseorang, bukan cerminan pribadi orang tertentu.

"Kalau ditanya dari sudut pandang agama khusunya Islam, maka LGBT itu dipandang sebagai perilaku. Jadi jangan dikaitkan dengan orang secara personal. Sebagai manusia, apalagi warga negara dia (pelaku LGBT) mempunyai hak-hak sipil, sosial politik bahkan ekonomi," kata Din di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Secara perilaku, lanjutnya, LGBT dalam Islam memang tidak dibenarkan. Bahkan, perilaku serupa pernah terjadi pada zaman Nabi Luth hingga mendapatkan azab atas perbuatan kaumnya.

"LGBT ini lebih mirip pada perilaku yang bertentangan dengan agama dan pernah dilakukan oleh kaum Nabi Luth. Waktu itu lebih kepada homoseksual, sekarang ada lesbian, transgender dan biseksual. Islam dan alquran khususnya, sangat mengecam," paparnya.

Lebih lanjut, Din menegaskan bahwa perilaku LGBT sama sekali tidak bisa dibenarkan dan dibiarkan terus berkembang di Indonesia. Ia mengharapkan agar RKUHP tak mengesahkan pernikahan sejenis.

"Kalau melarang sudah sepatutnya, itu sesuai dengan Pancasila. Ingat sila pertama, Ketuhanan. Berarti keagamaan dan memperhatikan nilai agama. Semua agama menolak, bukan hanya Islam. Vatikan, dewan gereja juga menolak. Jangan sampai dikaitkan dengan perilaku LGBT, seperti boleh nikah sesama jenis," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan agar publik tak memiliki pandangan terhadap ulama selalu bersikap sinis pada setiap pembahasan mengenai LGBT.

"Mereka (pelaku LGBT) perlu dirangkul dan diajak agar kembali kepada ajaran agama dan hindarkan bangsa ini dari kemungkinan azab Allah," pungkas mantan Ketua PP Muhammadiyah ini. [ton]

Komentar

Embed Widget
x