Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:38 WIB
 

Ungkap Skandal Korupsi e-KTP

KPK Bisa Minta Keterangan Puan Maharani

Oleh : Ivan Setyadi | Selasa, 6 Februari 2018 | 16:32 WIB
KPK Bisa Minta Keterangan Puan Maharani
Puan Maharani - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Hukum Pidana Romli Atmasasmita menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menelusuri pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam korupsi KTP elektronik (e-KTP).

Termasuk, memintai keterangan Puan Maharani yang saat anggaran proyek e-KTP ini dibahas, merupakan Ketua Fraksi PDIP di DPR RI.

"Sesuai dengan putusan MK bahwa pengertian saksi diperluas tidak hanya setiap orang yang mendengar, melihat atau mengalami peristiwa pidana tetapi juga yang mengetahui peristiwa tersebut (proyek e-KTP)," kata Romli saat dikonfirmasi, Selasa, (6/2/2018).

Mestinya, kata dia, lembaga super body besutan Agus Raharjo cs itu memeriksa semua pihak yang diduga ikut terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam skandal korupsi megaproyek milik Kementerian Dalam Negeri tersebut.

"Seharusnya KPK riksa semua pihak yang disebut di dalam persidangan karena menjadi kebiasaan KPK fakta persidangan dijadikan dasar untuk pengembangan proses penyidikan kasus tipikor," demikian Romli.

Padahal mantan Ketua Fraksi lainnya, seperti Anas Urbaningrum, Jafar Hafsah dari Demokrat, kemudian Setya Novanto dari Partai Golkar telah berkali-kali diperiksa lembaga antirasuah itu dalam skandal proyek e-KTP.

Sebelumnya, dalam keterangannya, mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap mengatakan bahwa apapun di komisi dikoordinasikan kepada Ketua Fraksi. Termasuk e-KTP.

Karena itu, kata Chaeruman, setiap perkembangan proyek e-KTP selalu ia dikabarkan ke Ketua Fraksi Golkar saat itu, Setya Novanto. Begitu juga dengan Fraksi Demokrat, sebagaimana dibeberkan Nazarudidn.

"Kami melaporkan perkembangannya (proyek e-KTP) ini bagaimana-bagaimana, sudah sejauh apa. Itu dilaporkan (ke Ketua Fraksi)," kata Chaeruman ketika bersaksi untuk Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis lalu.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x