Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:31 WIB
 

Besok, Polisi Periksa Manajemen National Hospital

Oleh : - | Senin, 5 Februari 2018 | 22:11 WIB
Besok, Polisi Periksa Manajemen National Hospital
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Penyidik Polda Jatim terus mengembangkan dugaan pencabulan yang dilakukan dokter R terhadap calon perawat O saat melakukan tes fisik di Rumah Sakit National Hospital beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan setelah pihaknya memintai keterangan dokter R selama lima jam, bahwa ada beberapa kecocokan yang disampaikan dokter R dan pelapor O.

"Tapi hal itu tidak bisa kita publikasikan, karena menyangkut sensifitas. Namun ada beberapa hal yang memang adanya kecocokan antara keterangan dokter R dengan apa yang disampaikan oleh O," ujar Frans, Senin (5/2/2018).

Namun pihaknya masih terus menggali keterangan dari pihak manajemen Rumah Sakit terkait SOP dalam pelaksanaan seleksi penerimaan perawat yang ada di Rumah Sakit tersebut.

"Besok kita akan panggil pihak manajemen rumah sakit, setelah itu secepatnya akan kita sampaikan status dokter R ini," ujarnya.

Sebelumnya, dokter R memenuhi penggilan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jatim untuk dimintai keterangan atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap calon perawat inisial O.

Dengan mengenakan masker, dokter yang bekerja di Rumah Sakit (RS) National Hospital ini diperiksa selama lima jam.

Dokter lulusan Udayana ini didampingi tiga pengacara, di antaranya Sahrul Borman SH. Dalam pemeriksaan, dokter RP disodori 55 pertanyaan terkait prosedur tes kesehatan di Rumah Sakit.

Usai menjalani pemeriksaan, tak banyak yang ia katakan saat awak media mewancarainya. " Silahkan tanya ke kuasa hukum saya saja," ujar dr RP.

Kuasa hukum dokter RP, Sahrul Borman SH, menjelaskan apa yang dilakukan kliennya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dimana kliennya melakukan pemeriksaan sudah sesuai prosedur dan juga mendapat surat untuk memeriksa calon perawat yang akan bekerja di RS National Hospital.

Sahrul Borman juga membantah kliennya memasukkan jari tangannya ke kelamin korban. "Memang benar kalau memeriksa bagian luar kelamin saja dan memasukkan jari ke dubur. Itu dilakukan karena ada keluhan keputihan. Tapi mengenakan sarung tangan karet. Nggak boleh memasukkan tangan ke kelamin karena kondisinya masih gadis atau perawan," tandas Sahrul Borman. [beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x