Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:32 WIB

Pilkada, Parpol Diimbaui Tidak Prioritaskan Artis

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 4 Februari 2018 | 07:02 WIB

Berita Terkait

Pilkada, Parpol Diimbaui Tidak Prioritaskan Artis
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai salah satu hal yang membuat Partai Politik melirik kalangan artis menjadi kepala daerah karena soal popularitas. Meski kadang Parpol mengesampingkan integritas dan kredibilitas.

"Parpol terpaksa harus mengambil artis, karena populis dan duitnya banyak. Dalam rangka mendulang elektoral partai. Partai bicara realitas, mereka berfikir bagaimana supaya lolos PT, maka mengambil caleg dari artis karena punya dua hal yaitu modal popularitas, modal amunisi finansial yang cukup," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (3/2/2018).

Meski demikian, kasus Gubernur Jambi Zumi Zola diminta agar jadi tamparan buat partai politik untuk tidak terjebak dalam kondisi memprioritaskan kalangan artis untuk didukung maju sebagai kepala daerah.

"Parpol jangan sampai terjebak ke arah sana, memprioritaskan artis ketimbang kader sendiri (meritokrasi). Kader partai belakangan juga banyak yang punya kapasitas, kridibel, berintegritas dan loyal serta all out bekerja untuk partai," imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Peberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 6 miliyar.

Mantan artis ini diduga kuat menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha berkaitan dengan proyek-proyek di wilayahnya dalam kurun waktu menjabat sebagai Gubernur Jambi.

Selain Zumi Zola, KPK juga menetapkan tersangka ARN yang merupakan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi.

"Tersangka ZZ baik ARN maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun waktu sebagai gubernur Jambi 2016-2021, jumlahnya sekitar Rp 6 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/2/2018). [hpy]


Komentar

Embed Widget
x