Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 12:51 WIB
 

Zumi Zola Tersangka Sudah Diprediksi Sebelumnya

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 4 Februari 2018 | 04:05 WIB
Zumi Zola Tersangka Sudah Diprediksi Sebelumnya
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Salestinus - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Salestinus mengatakan penetapan tersangka terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola oleh KPK, sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, Zola dianggap sudah terseret masuk pada politik dinasti yang erat dengan korupsi.

"Penetapan Status Tersangka kepada Zumi Zola, Gubernur Jambi yang mantan artis sinetron sekaligus putra dari Zulkifli Nurdin, mantan Gubernur Jambi periode 1999-2004 dan 2005-2010, sudah diprediksi banyak pihak bahwa Zumi Zola berpotensi jadi Tersangka dan benar karena KPK akhirnya menetapkannya sebagai tersangka," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (3/2/2018).

Ia menjelaskan penetapan tersangaka kepada Zola sebenarnya sudah diprediksi. Ada beberapa alasan prediksi ini muncul. Salah satunya dengan ditetapkannya plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan.

"Ini bisa terjadi karena, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan sudah ditetapkan lebih dahulu sebagai tersangka karena diduga menerima suap dalam sejumlah proyek. Selain itu posisi Zumi Zola dalam dinasti politik dari ayahnya Zulkifli Nurdin yang sebelumnya menjadi Gubernur Jambi," ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Arfan, membuat KPK melakukan pengembangan mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain yang sudah dicium oleh KPK. Didukung bukti-bukti permulaan yang cukup terkait keterlibatan Zumi Zola, maka KPK mencekal dan memberinya status tersangka guna meminta pertanggung jawaban secara pidana merupakan langkah tepat.

"KPK sudah memiliki bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK begitu cepat mencekal dan memberinya status Tersangka, dengan sangkaan melanggar pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telsh diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman pidana minimum 4 tahun dan maksimum penjara seumur hidup," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Peberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 6 miliyar.

Zumi Zola diduga kuat menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha berkaitan dengan proyek-proyek di wilayahnya dalam kurun waktu menjabat sebagai Gubernur Jambi.

Selain Zumi Zola, KPK juga menetapkan tersangka ARN yang merupakan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi.

"Tersangka ZZ baik ARN maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun waktu sebagai gubernur Jambi 2016-2021, jumlahnya sekitar Rp 6 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/2/2018). [hpy]

Komentar

 
x