Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 22:05 WIB

MUI: Polemik Pidato Kapolri Sudah Selesai

Oleh : Willi Nafie | Sabtu, 3 Februari 2018 | 14:19 WIB
MUI: Polemik Pidato Kapolri Sudah Selesai
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Fatwa MUI Huzaema Tahido meminta publik menyudahi persoalan viral video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal ormas Islam.

"Semua sudah selesai" kata Huzaema, saat dihubungi INILAHCOM, Sabtu (3/2/2018).

Dia juga berharap publik tak terus menggoreng viral video pidato Kapolri Jenderal Tito lantaran semua telah berakhir. "Tak perlu lagi dibesar besarkan sudah selesai," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum MUI KH Ma'aruf Amin mengomentari soal pernyataan Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait NU dan Muhammadiyah.
Ra'is Am PBNU ini menyatakan pada dasarnya Tito menyampaikan pidato itu di pondok pesanteren miliknya kala memberi pengarahan dalam pertemuan ulama pada awal Februari 2017. Ia telah meminta konfirmasi Tito.

"Saya kira begini, saya sudah coba tabayun, saya coba kroscek. Bertemu dengan beliau (Kapolri) sebenarnya apa sih yang diucapkan dan kapan dan konteksnya bagaimana. Ternyata itu beliau menyampaikan itu di tempat saya, di pesantren saya, dalam rangka pertemuan ulama dan dalam rangka MoU dengan NU di pesantren saya," katanya, Rabu.

Ia menjelaskan kala itu Tito berbicara mengenai isu peran ulama dalam mengawal keutuhan dan persatuan bangsa. Ra'is Am mengaku pernyataan Tito itu intinya untuk menghadapi radikalisme.

"Jadi yang dimaksud oleh Kapolri setelah saya ingat-ingat, ternyata konteksnya itu dalam rangka menghadapi radikalisme, isu-isu khilafah dan juga peran nasional yang pada waktu itu agak kenceng, tahun lalu itu. Jadi merasa bahwa NU dan Muhammadiyah lah yang konsisten terus dalam bela pancasila dan negara, tanpa bermaksud menampikkan ormas-ormas yang lain," jelasnya.

"Yang dimaksud ada kelompok yang ingin meruntuhkan negara itu adalah kelompok-kelompok ormas yang radikal. Bukan dalam konteks NU dan Muhammadiyah saja tapi dalam konteks dimana pihak Polri hadapi tekanan dari kelompok-kelompok radikal, intoleran. Kira-kira begitu," sambungnya.

Komentar

x