Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:42 WIB
 

Gratifikasi, Zumi Zola Tidak Bekerja Sendiri

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 3 Februari 2018 | 07:02 WIB
Gratifikasi, Zumi Zola Tidak Bekerja Sendiri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Analis Politik UNJ Ubedillah Badrun menilai jika nanti Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola terbukti korupsi dengan ketentuan hukum tetap didukung bukti-bukti kuat, bisa disimpulkan Zola tidak bekerja sendiri.

"Jika posisi sebagai tersangka pada waktunya terdapat bukti bukti yang kuat maka perlu dibaca bahwa Zumi Zola tidak mungkin bekerja sendirian. Ada banyak kemungkinan untuk disimpulkan sebagai korupsi sistemik," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (2/2/2018).

Menurutnya ada beberapa cara untuk mengetahui siapa saja yang masuk dalam lingkaran gratifikasi yang menyerat Zumi Zola. Salah satunya lewat perencanaan anggaran Pemerintah Provinsi.

"Bisa dicermati dari perencanaan anggaran, RAPBD, sampai kemungkinan jaringan para pemenang tender yang dijanjikan elit politik lokal di DPRD dari APBD yang disahkan tahun lalu itu," ulasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Peberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 6 miliyar.

Zumi Zola diduga kuat menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha berkaitan dengan proyek-proyek di wilayahnya dalam kurun waktu menjabat sebagai Gubernur Jambi.

Selain Zumi Zola, KPK juga menetapkan tersangka ARN yang merupakan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi.

"Tersangka ZZ baik ARN maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun waktu sebagai gubernur Jambi 2016-2021, jumlahnya sekitar Rp 6 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/2/2018). [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x