Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 11:02 WIB
 

Korupsi Zumi Zola Bukan Peristiwa Tunggal

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 3 Februari 2018 | 06:03 WIB
Korupsi Zumi Zola Bukan Peristiwa Tunggal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Analis Politik UNJ Ubedillah Badrun menilai terseretnya Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi dalam aliran gratifikasi tidak bisa dinilai lewat satu arah. Ia menilai ini bukanlah peristiwa tunggal.

"Memaknai kasus Zumi Zola cara pandangnya mesti beragam. Setiap kasus korupsi yang menimpa elit politik seperti terjadi pada Gubernur Zumi Zola bukanlah peristiwa tunggal," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (2/2/2018).

Ia menjelaskan ada banyak faktor yang menyebabkan Zola bisa terseret aliran hitam uang haram. Salah satunya terkait sistem dan praktek korupsi sistemik yang belakangan disebut sebagai 'jebakan korupsi'.

"Kemungkinan ada banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi. Termasuk ketidakberdayaan Zumi Zola di tengah sistem dan praktik korupsi yang sistemik. Ini yang kemudian sebagian publik menilai sebagai lingkaran jebakan korupsi," ulasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut mengomentari status Zumi Zola. Ia mengaku Zola merupakan teman diskusi dan tempat bertukar pikiran dalam mengelola darah.

Zumi juga dianggap sebagai pemimpin yang memiliki banyak prestasi mulai dari Bupati Tanjung Jabu Timur, Jambi hingga menjadi Gubernur Jambi. Bima sontak menduga Zumi Zola terjebak dalam penataan birokrasi yang menyeretnya dalam kasus korupsi. .

"Jebakan (birokrasi) itu ada dimana-mana. Kadang kita tidak tau jebakan dan kadang tidak tahu. Untuk setiap paraf harus hati-hati betul," katanya di Balai Kota Bogor, Jumat (2/2/2018).

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi sebagai tersangka. Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan.

Pengumuman penetapan tersangka terhadap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018). Basaria menyatakan, Zumi Zola diduga menerima suap terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi.

"KPK tetapkan dua tersangka baru yaitu ZZ, Gubenur Jambi 2016-2021. Kemudian ARN Kepala Dinas Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi," katanya. [hpy]


Komentar

 
Embed Widget

x