Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 19:58 WIB

Tersangka Gratifikasi dan Koleksi Mobil Zumi Zola

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 3 Februari 2018 | 05:04 WIB

Berita Terkait

Tersangka Gratifikasi dan Koleksi Mobil Zumi Zola
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tersangka dugaan Gratifikasi yang juga Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK pada 13 Juli 2015 sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur periode 2011-2016.

Data itu dipublikasi KPK dalam situs acch.kpk.go.id. Dalam laopran itu tercatat harta kekayaan Zumi Zola sebelum menjadi Gubernur Jambi sebesar Rp3,5 miliar.

Zola memiliki harta bergerak berupa kendaraan yang dilaporkan pada 13 Juli 2015 yang nilainya mencapai Rp491 jutaan. Kendaraan yang dilaporkan saat itu adalah mobil merek Ford Ranger tahun pembuatan 2010 dengan harga Rp316,7 juta dan Toyota Avanza dengan harga sebesar Rp174,5 juta.

Koleksi mobil Zola ini pun jadi buah bibir. Ini dianggap cukup mengejutkan. Seorang yang kini jadi tersangka Gratifikasi dengan total Rp6 Miliar itu tidak memiliki koleksi mobil mewah untuk menghiasi garasi rumahnya. Ini disebut berbeda dengan tersangka-tersangka kasus gratifikasi lainnya.

Dalam laopran itu juga tercatat, Zola memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Depok, dan Jawa Barat dengan nilai total sebesar Rp1.179.200.000.

Zumi Zola juga memiliki giro dan setara kas lainnya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) miliknya sebesar Rp1.849.550.047. Dalam laporan kekayaannya, Zumi tidak memiliki hutang maupun piutang.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi sebagai tersangka. Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan.

Pengumuman penetapan tersangka terhadap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018). Basaria menyatakan, Zumi Zola diduga menerima suap terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi.

"KPK tetapkan dua tersangka baru yaitu ZZ, Gubenur Jambi 2016-2021. Kemudian ARN Kepala Dinas Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi," katanya. [hpy]

Komentar

x