Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 01:45 WIB

Murid Bunuh Guru, Polri Sarankan Autopsi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 3 Februari 2018 | 01:12 WIB

Berita Terkait

Murid Bunuh Guru, Polri Sarankan Autopsi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menyarankan kepada keluarga Ahmad Budi Cahyono, guru honorer yang tewas dianiaya muridnya di Sampang untuk diautopsi.

Autopsi sangat diperlukan untuk memastikan penyebab kematian sang guru yang dianiaya siswanya.

"Sebaiknya diautopsi untuk mencari penyebab kematian. Dari penyebab kematian nanti akan bisa ungkap apa yang terjadi dan kira-kira siapa pelakunya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jumat (2/2/2018).

Setyo mengatakan Polri turun prihatin atas tewasnya Guru tersebut. Menurut dia, dunia pendidikan berduka dengan adanya kejadian ini.

"Kami prihatin di dunia pendidikan terjadi masalah seperti ini. Oleh sebab itu ini tanggung jawab kita bersama. Masyarakat juga ikut (bertanggungjawab soal pendidikan). Masyarakat dan pendidikan tidak bisa dipisahkan," ujar dia.

Jika hasil Autopsi nantinya mengarah pada siswa yang menganiaya Guru tersebut. Polri memastikan akan memproses hukum murid berinisial MH sesuai Undang-undang.

"Ya di Indonesia berlaku undang-undang peradilan anak. Untuk prosesnya, kalau ditahan tidak boleh dicampur (tahanan) orang tua atau dewasa. Kemudian pada saat pemeriksan tidak boleh seperti pemeriksaan org tua," terang Setyo.

"Dan sidangnya pun tidak boleh terbuka, itu sudah diatur. Tentunya kalau memang tersangka betul di bawah umur, tentu prosesnya akan sesuai aturan-aturan," imbuh Setyo.

Sebelumnya, Ahmad Budi Cahyono, guru honorer (Guru tidak tetap) ini mengajar materi melukis, di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Kamis (1/2/2018). Di ruang kelas, pelaku MH, ramai dan mengganggu teman dan mencoret-coret lukisan teman lainnya.

Guru mata pelajaran seni rupa itu mengingatkan siswa MH untuk tidak ramai dan mengganggu teman-temannya. Namun peringatan itu tak dihiraukan. Siswa ini menjadi-jadi dan mengganggu teman lainnya. Korban lalu mendatangi dan mencoret pipi pelaku dengan cat lukis. Tapi, siswa itu tidak terima dan menganiaya sang guru.

Setelah dipukul dan Budi kembali ke rumah, keluarganya mengabarkan bahwa Budi di rumah langsung tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Selang beberapa waktu kemudian, korban kesakitan dan tak sadarkan diri.

Keluarga membawa Budi ke rumah sakit umum dr Seotomo, Surabaya. Berdasarkan keterangan dari para guru yang berada di RSU dr Soetomo, kondisi Budi kritis dan dia didiagnosa mengalami mati batang otak. Sekitar pukul 21.40 WIB Budi dikabarkan meninggal dunia. [ton]

Komentar

x