Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 08:15 WIB
 

Asma Dewi Klaim Diperlakukan Seperti Teroris

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 1 Februari 2018 | 20:00 WIB
Asma Dewi Klaim Diperlakukan Seperti Teroris
Terdakwa ujaran kebencian, Asma Dewi

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa ujaran kebencian, Asma Dewi mengaku diperlakukan lebih dari teroris di dalam ruang tahanan. Menurut dia, ada tahanan yang disuruh menjadi mata-mata.

"Perlakuannya ke saya dibilang bahaya, bisa memecah belah bangsa, dibuatkan surat khusus, tidak boleh besuk keluarga tanpa izin penyidik, terus diawasi gerak-geriknya. Ada tahanan yang disuruh jadi mata-mata saya, kan aneh juga gitu," kata Asma di PN Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).

Sedangkan, kata Asma Dewi, seorang teroris bom Bali yakni Ali Imron saja bebas untuk dibesuk di dalam penjara padahal sudah jelas-jelas itu teroris sangat berbahaya.

"Kan aneh kalau cuma kasus saya di Facebook dibilang bahaya, padahal postingan Facebook saya pada 2016 itu yang ngelike cuma 5 orang, yang comment juga tidak ada," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, menurut ahli pidana juga mengatakan semua tidak memenuhi ujaran kebencian atas apa yang dipostingnya di media sosial Facebook. Sebab, tidak ada kerusahan pada saat diposting di Facebook.

"Jadi postingan saya aman-aman saja tidak ada yang ribut, saya viral dibully bukan karena postingan tapi karena difitnah sebagai saracen sama polisi," tandasnya.

Asma Dewi didakwa Pasal 28 ayat 2 ITE juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE. Dakwaan kedua ia dikenakan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf n angka 1 UU tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, Pasal 156 KUHP, Pasal 207 KUHP.[ris]

Komentar

 
Embed Widget

x