Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 02:37 WIB
 

Persaudaraan Alumni 212 Minta Jokowi Copot Tito

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 1 Februari 2018 | 13:53 WIB
Persaudaraan Alumni 212 Minta Jokowi Copot Tito
Kapolri Tito Karnavian - (Foto: inilahcom/Eusebio CT)

INILAHCOM, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Tito Karnavian sebagai Kapolri. Mereka menilai Tito sudah melecehkan umat Islam selain NU-Muhammadiyah dalam pidatonya.

Pernyataan sikap dari Persaudaraan Alumni 212 ini buntut dari pidato kontroversial Kapolri yang menyebut hanya NU-Muhammadiyah lah yang berperan besar dalam pembangunan Islam di Indonesia. Selain keduanya, Ormas lain dinilai hanya berupaya memecah belah bangsa.

Surat pernyataan sikap Persaudaraan Alumni 212 yang diterima INILAHCOM, pada Rabu (31/1/2018) malam. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketum PA 212 Slamet Maarif dan Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar.

"Kami minta pada Presiden Jokowi supaya Kapolri Tito Karnavian segera di copot dari jabatannya. Karena kami yakin masih ada perwira tinggi Polri yang betul-betul Pancasilais, paham sejarah bangsa sendiri, tidak membenci Islam serta bersahabat dengan umat Islam," ujar Ketua PA 212 Slamet Maarif dalam siaran persnya.

Slamet mengatakan Presiden Jokowi harus segera menindak tegas Tito Karnavian karena telah melecehkan umat Islam lain di luar NU-Muhammadiyah. Slamet menambahkan umat islam sudah cukup gerah dengan isu seperti ini seperti halnya kasus penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

"Umat Islam sudah cukup terhina dengan kasus Ahok tahun lalu, terkejut ada Perppu Ormas yang ganjil, juga Victor Laiskodat si pembenci Islam tetap berkeliaran bebas, dan sekarang seorang Tito Karnavian mengekspresikan sikapnya di depan publik yang benar-benar tidak bisa kami terima," ujarnya.

Slamet lalu meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk meminta maaf kepada seluruh umat islam di luar NU-Muhammadiyah.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengaku tidak bermaksud untuk melecehkan ormas di luar NU dan Muhammadiyah. Pidatonya yang beredar di media sosial diklaim hanya sebagian dari keseluruhan pidatonya. Hal itu membuat hilangnya konteks pidato aslinya.

"Tidak ada niat dari saya, Kapolri, dan institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah," kata Tito. [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x