Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 13:22 WIB

Didesak Mundur, Arief Hidayat Dapat Kartu Merah

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 1 Februari 2018 | 11:25 WIB
Didesak Mundur, Arief Hidayat Dapat Kartu Merah
Ketua MK Arief Hidayat - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Koalisi Masyarakat Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar aksi teatrikal pemberian kartu merah kepada Arief Hidayat di depan Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018) siang.

Adapun aksi teatrikal ini dilakukan sebagai bentuk desakan terhadap Ketua MK Arief Hidayat untuk mundur dari jabatannya. Hal ini menyusul Arief yang terbukti menemui politikus dan anggota DPR RI pada November 2017.

Pertemuan itu diduga berkaitan dengan pemilihan hakim konstitusi perwakilan DPR RI dan pemilihan Ketua MK.

Atas perbuatannya, pada 16 Januari 2018 Dewan Etik MK sudah menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan kepada pria yang juga menjabat sebagai hakim MK ini.

Salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Selamatkan MK, Adel mengatakan aksi teatrkal ini digelar sebagai kepedulian mereka untuk menyelamatkan MK dari citra buruk ketuanya.

"Ini bentuk kecintaan kami kepada MK. Untuk itu, kami menggugah hati Bapak Arief Hidayat demi keadilan tiga. Pertama, MK sebagai satu-satunya institusi yang menjadi kamar keadilan puncak di Indonesia harus diselamatkan," ujar Adel di lokasi unjuk rasa.

Hal kedua yang ditekankannya adalah Arief terhitung sudah dua kali melakukan pelanggaran kode etik selama memangku amanah sebagai pimpinan MK.

Usai diketahui menemui politikus dan anggota DPR pada November 2017, Arief juga pernah dilaporkan atas dugaan pelanggaran etik tidak melapor LHKPN ke KPK bersama tiga orang hakim konstitusI lainnya.

"Ini sudah dua kali. Jangan sampai mencoreng MK. Kami menyerukan hati nurani Pak Arief agar mendengar dorongan masyarakat sipil. Kami disini untuk menunjukkan kecintaan terhadap MK," tandasnya.

Setelah unjuk rasa, para demonstran menggelar aksi teatrikal berupa penyerahan kartu merah seukuran karton kepada seorang pria yang mengenakan jubah hakim dan topeng wajah Arief Hidayat. [rok]

Komentar

x