Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 19:30 WIB
 

Polemik Pidato Soal Ormas Islam

Polri Tolak jika Kapolri Diperlakukan Seperti Ahok

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 31 Januari 2018 | 18:53 WIB
Polri Tolak jika Kapolri Diperlakukan Seperti Ahok
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal

INILAHCOM, Jakarta - Mabes Polri menolak istilah 'diahokkan' atau diperlakukan seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disematkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Penolakan ini kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal terkait beredarnya potongan video pidato Tito yang menyebut hanya dua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yakni NU-Muhammadiyah yang berperan dalam berdirinya negara Indonesia. Selain kedua ormas itu dianggap berupaya memecah belah bangsa.

"Nggak. Kami nggak sampai ke situ (Tito diahokkan)," kata Iqbal di Rumah Dinas Kapolri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Istilah diahokkan merujuk pada kontroversi besar yang menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017 akibat pidatonya di Kepulauan Seribu yang diunggah ke media sosial.. Video itu kemudian disunting dan ditambahkan teks oleh seorang warganet, Buni Yani.

Hal itu membuat Ahok diserang dengan isu penistaan agama dan kebencian terhadap etnis tertentu yang berujung pada kekalahan di Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Ahok dipenjara selama 2 tahun.

Menurut Iqbal, Tito menyikapi beredarnya potongan video dari rekaman saat menghadiri acara di Pondok Pesantren Annawawi pada 8 Februari 2017, dengan tenang.

Iqbal mengatakan, sebagai sosok yang benar, jujur, dan tidak memiliki niat menyusutkan pihak manapun, Tito akan mengambil langkah dengan menjalin silaturahmi ke sejumlah ormas Islam demi mengantisipasi situasi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Kapolri tenang, tidak ada reaksi yang reaktif, karena memang orang benar dan jujur tidak akan ada apa-apa. Kami sedang mempersiapkan pengamanan pesta demokrasi, jangan sampai hal ini menjadi senjata kelompok ingin mengacaukan," ucap dia.

Berikut potongan pidato Kapolri di Ponpes Annawawi Serang Banten 8 Februari 2017 yang menjadi viral:

Perintah saya melalui video konferene minggu lalu, dua minggu lalu saat rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas, menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah. Dukung mereka maksimal (tepuk tangan).

Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat Provinsi. Para Kapolres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota.

Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka itu bukan pendiri negara. Mau merontokkan negara malah iya, ya. Tapi yang sudah konsisten dari awal sampai hari ini, itu adalah NU dan Muhammadiyah.

Termasuk kami berharap hubungan antara Nu dan Muhammadiyah juga bisa saling kompak. Satu sama lainnya. Boleh beda pendapat, tapi kalau sudah bicara NKRI mohon, kami mohon dengan hormat, kami betul-betul titip, kami juga sebagai ummat muslim, harapan kami hanya kepada dua organisasi besar ini.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x