Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 12:45 WIB
 

Sukabumi Tetapkan Status Darurat Gempa

Oleh : - | Senin, 29 Januari 2018 | 18:16 WIB
Sukabumi Tetapkan Status Darurat Gempa
Bupati Sukabumi Marwan Hamami

INILAHCOM, Sukabumi - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi hingga 5 Februari 2018 untuk mempercepat penanggulangan bencana.

"Penetapan ini untuk mempercepat penanggulangan bencana dan penyaluran bantuan," kaya Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Senin (29/1/2018).

Menurut dia, semua stakeholder dan perangkat daerah harus turun tangan dalam menanggulangi pascabencana gempa bumi yang berpusat di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,1 Skala Richter pada Selasa, (23/1) tersebut.

Sebab, pascagempa ada ribuan unit rumah yang rusak belum lagi ditambah fasilitas umum dan pemerintahan yang tersebar di 45 kecamatan.

Selain itu, selama masa status tanggap darurat ini bantuan dari pemerintah harus segera disalurkan khususnya untuk korban bencana. Serta perangkat daerah terkait agar bergotong royong dalam penanganan kerusakan.

Apalagi cukup banyak juga warga yang rumahnya rusak berat mengungsi sehingga kesehatannya perlu diperhatikan. Jangan sampai penderitaan korban bertambah selama di tenda pengungsian.

"Bantuan yang disalurkan pun jangan sampai tumpang tindih dan tidak tepat sasaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi harus fokus terhadap data karena akan mempengaruhi bantuan yang diberikan untuk korban," tambahnya.

Marwan mengatakan kondisi bangunan yang rusak sebagian merupakan bangunan rutilahu (rumah tidak layak huni) sehingga nantinya anggaran yang digelontorkan tidak tumpang tindih antara bantuan bencana dengan bantuan rutilahu.

Bantuan atau anggaran yang tersedia secara teknis akan diatur dan dikelola sesuai aturan, bagaimana pelaksanaan realisasinya ia mencontohkan bahwa dalam posisi kedaruratan ini masyarakat tidak boleh berpikir bahwa rumah mereka yang hancur akan dibangun oleh pemerintah seutuhnya mengingat jumlah yang terkena dampak begitu banyak.

Tetapi bantuan yang diberikan hanya sebatas stimulan yang benar-benar harus tepat sasaran.

Pihaknya mengintruksikan seluruh perangkat daerah untuk siaga aktif 24 jam. Selain meminta sinkronisasi data, dirinya meminta petugasnya memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang terkena dampak terutama dalam hal pelayanan kesehatan.

"Camat dan Danramil harus bisa memverifikasi data, mencatat secara baik agar bantuan sosial terdistribusi secara baik serta tepat guna dan tepat sasaran," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani menambahkan bahwa total kerusakan sementara terdapat 1.314 rumah rusak berat, 4.569 rusak sedang dan 831 rusak ringan.

"Taksiran kerugian sekitar Rp7.490.863.000 dari 33 Kecamatan yang sudah melaporkan untuk diverifikasi hari ini," katanya.[tar]

Komentar

 
x